Pemuda Al-Irsyad: Kemenangan Anies-Sandi dengan Spirit Al-Maidah 51

Kemenangan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno disambut meriah oleh banyak umat Islam termasuk Pemuda Al-Irsyad.

Atas perjuangan dan keberhasilan tersebut, Pemuda Al-Irsyad menyatakan bersuka cita dan bersyukur. “Kemenangan yang diraih dengan pengorbanan dan perjuangan, jerih payah seluruh anak bangsa yang peduli kepada penegakan keadilan untuk mewujudkan persatuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal Pemuda Al-Irsyad, Abdullah Abubakar Batarfie.

Untuk itu, lanjutnya, Pemuda Al-Irsyad berterima kasih kepada warga Jakarta khususnya umat Islam yang telah menggunakan hak pilihnya dengan tepat.
Lanjutkan membaca

Pernyataan Sikap PB Pemuda Al-Irsyad tentang Pembantaian di Gaza

PERNYATAAN SIKAP PENGURUS BESAR PEMUDA AL-IRSYAD TENTANG PEMBANTAIAN DI GAZA (GAZA MASSACRE)

Sehubungan dengan aksi TERORISME BARBAR yang dilakukan pasukan Zionis Israel di Jalur Gaza hari-hari ini, Pengurus Besar PEMUDA AL-IRSYAD menyatakan:

1. MENGUTUK SEKERAS-KERASNYA aksi pasukan penjajah Yahudi itu. Ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan yang tidak malu-malu dilakukan oleh Israel secara telanjang di depan mata dunia.

2. Menyatakan KEKECAWAAN yang mendalam atas kembali gagalnya pemerintahan negara-negara Arab dalam menanggapi aksi terkutuk itu secara sepadan. Terutama kepada pemerintah Mesir yang tidak memberi kesempatan yang cukup kepada kaum muslimin dan bangsa Arab untuk memasuki pintu perbatasan Rafah, dan negara-negara Arab petro dollar yang enggan menggunakan pengaruhnya untuk menekan Israel dan Amerika Serikat -pendukung utama Israel- untuk menghentikan aksi terorisme skala besar mereka.

Karena pemerintah-pemerintah Arab tidak banyak berbuat untuk menyelamatkan rakyat Palestina, maka seharusnya mereka membiarkan para sukarelawan dan mujahidin bisa memasuki perbatasan Palestina-Mesir untuk membantu warga Gaza menghadapi para TERORIS YAHUDI itu.

3. Menuntut agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghukum keras tindakan terorisme akbar yang dilakukan Israel itu, dan menyeret para pemimpin Israel ke Mahkamah Internasional karena telah melakukan KEJAHATAN KEMANUSIAAN yang SISTEMIK di Palestina. Bila PBB tidak mau melakukan itu, berarti PBB melalukan kemunafikan telanjang. Dan ini kian membuktikan bahwa PBB adalah lembaga yang diarahkan oleh kekuatan hegemoni dunia, terutama AS, terhadap bangsa-bangsa lemah. PBB dan dunia selama ini selalu bereaksi sangat keras terhadap aksi kekerasan ‘kecil-kecilan’ yang dilakukan oleh kelompok Palestina seperti Hamas dan Jihad Islam, tapi MEMBISU terhadap aksi TERORISME yang jauh lebih besar yang dilakukan AS dan Israel.

4. MENYERUKAN kepada seluruh warga Palestina, bangsa Arab, umat Islam, dan warga dunia yang punya nurani, untuk MEMBALAS perlakukan biadab Israel di Gaza dan tempat-tempat lainnya. Membalas adalah hak mereka yang dizalimi.

5. Menyerukan kepada seluruh kaum muslimin dan bangsa Arab untuk kembali menggalakkan AKSI BOIKOT terhadap produk-produk dari perusahaan yang selama ini MEMBANTU ZIONIS ISRAEL, seperti Coca Cola, Pepsi, McDonalds, KFC, Johnson & Johnson, Starbucks, dan lainnya. Jangan berikan uang Anda kepada erusahaan-perusahaan yang membantu bangsa zionis Israel itu embantai bangsa Palestina.

6. Menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk selalu BERDOA dan melakukan QUNUT NAZILAH bagi KEHANCURAN negeri dan bangsa ZIONIS ISRAEL.

Demikian pernyataan ini kami buat, dan semoga Allah Ta’ala membantu perjuangan para mujahidin di Palestina, Irak, Afghanistan, Somalia, Chechnya, dan di tempat-tempat lain. Semoga Allah Ta’ala meluluhlantakkan arogansi Zionis Israel. Semoga Allah Ta’ala menggerakkan hati-hati kaum muslimin seluruh dunia untuk membantu saudara-saudara mereka di Palestina dengan jiwa, harta, dan doa mereka.

Jakarta, 29 Desember 2008

PENGURUS BESAR PEMUDA AL-IRSYAD

GEIS CHALIFAH (Ketua Umum)

MANSYUR ALKATIRI (Sekretaris Jenderal)

Pemuda Al-Irsyad Lahir Kembali

Utama

DEKLARASI OTONOMI PEMUDA AL-IRSYAD

Sebuah sejarah baru telah lahir di lingkungan Al-Irsyad. Setelah dua puluh tiga tahun ditarik masuk dalam struktur Perhimpunan Al-Irsyad, kini Pemuda Al-Irsyad kini kembali menjadi otonom.

Dengan status otonom ini, Pemuda Al-Irsyad bisa bergerak lebih bebas berkiprah dan mengatur rumah tangganya sendiri, seperti suasana di masa lalu, sebelum Muktamar Al-Irsyad 1985.

Status otonomi Pemuda Al-Irsyad tersebut lahir melalui DEKLARASI  OTONOMI, yang dilakukan Majelis Pemuda dan Pelajar Al-Irsyad Al-Islamiyyah, di sekretariat Pimpinan Pusat Al-Irsyad, Jl. Kalibata Utara II No. 84, Jakarta Selatan, pada Ahad 10 Agustus 2008. Dengan status barunya itu, maka Majelis Pemuda dan pelajar Al-Irsyad, organ pemuda di lingkungan Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah, berubah menjadi Pengurus Besar (PB) Pemuda Al-Irsyad. Sementara lajnah-lajnah Pemuda dan Pelajar Al-Irsyad di daerah, akan keluar dari struktur Pengurus Cabang Perhimpunan di daerah mereka, dan berubah menjadi Pengurus Cabang (PC) Pemuda Al-Irsyad.

Dalam acara deklarasi yang diikuti sekitar 40 anak muda Al-Irsyad yang masuk dalam kepengurusan PB Pemuda Al-Irsyad, hadir Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang diwakili oleh Ridho Baridwan SH dan Dr. Mohammad Noer, selaku wakil ketua dan sekretaris jenderal

Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Hadir pula pengurus Majelis Wanita dan Puteri Al-Irsyad, serta utusan dari lajnah-lajnah Pemuda dan Pelajar Al-Irsyad se Jabodetabek.

Menurut Ketua Umum PB Pemuda Al-Irsyad Geis Chalifah, otonomi Pemuda Al-Irsyad ini merupakan keniscayaan sejarah, mengingat besaran tanggung-jawab dan kondisi kekinian. “Lembaga otonom dalam Perhimpunan saat ini mengalami kelemahan daya aktifitas setelah sekian tahun direduksi keberadaannya menjadi majelis. Dan itu berimbas besar pada kekosongan satu generasi di tubuh Al-Irsyad,” kata Geis Chalifah dalam pidato deklarasi itu.

Geis juga memaparkan tantangan berat yang sedang dihadapi oleh ormas-ormas pemuda saat ini, karena ormas-ormas itu tidak mampu memnberi jawaban atau solusi memadai bagi persoalan anak muda saat ini. “Maka PB Pemuda Al-Irsyad harus memahami dengan jelas arah kaum muda saat ini dan trendnya ke depan, lalu membuat daftar acuan rencana agar nyambung dengan realitas baru itu,” katanya.

Sementara Wakil Ketua Umum PP Al-Irsyad Ridho Baridwan berharap setelah Pemuda Al-Irsyad terlepas dari struktur Perhimpunan maka akan terjalin sinergi yang baik di antara Perhimpunan dan Pemuda.

“Semoga kita bisa bekersama dalam membangun Al-Irsyad menuju masa depan yang gemilang,” katanya.

Dalam pidato tausiyahnya, Dr. Mohammad Noer, sekretaris jenderal PP Al-Irsyad berharap kehadiran Pemuda Al-Irsyad yang otonom ini bisa mengatasi krisis kader yang sangat kronis di tubuh Al-Irsyad.

“Memang krisis seperti itu terjadi di semua organisasi, tapi di Al-Irsyad stadiumnya paling tinggi. Di cabang-cabang, krisis minimnya kader ini sangat terasa. Kita sulit mencari pemimpin pengganti,” kata Mohammad Noer, yang juga aktifis WAMY itu (World Assembly of Muslim Youth).

Dalam kesempatan ini, Mohammad Noer menantang Pemuda Al-Irsyad untuk menggelar training-training bagi angkatan muda Irsyadiin, dan ia siap membantu pencarian dananya dari berbagai sumber.

“Saya dapat membantu Pemuda dalam soal perkaderan ini. Kalau selama ini masalahnya adalah dana, maka saya tantang pemuda! Siapkan proposal perkaderan tingkat nasional, dengan peserta sekitar 50 orang, insya Allah saya bantu pencarian dananya,” katanya bersemangat.

Semoga ini menjadi awal dari sebuah harapan besar, untuk merajut masa depan yang gemilang. Amiiin!

Ilaal Amaami ya Syababul Irsyad!

(MA)

Pemuda Al-Irsyad Dukung Penuh Kemerdekaan Kosovo

Al-Irsyad Online: Pengurus Besar (PB) Pemuda Al-Irsyad menyambut baik deklarasi kemerdekaan Republik Kosovo oleh parlemen Kosovo, pada Minggu 17 Februari 2008. Dengan deklarasi kemerdekaan yang diakui oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat ini, diharapkan bisa menyelesaikan masalah akut di wilayah Balkan ini, yang telah memakan korban puluhan ribu warga etnis Albania di Kosovo.

Dalam siaran persnya yang dikeluarkan pada hari Senin (18/9) itu, Pemuda Al-Irsyad meminta pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengakui kedaulatan negara baru tersebut. “Pemerintah hendaknya jangan ragu-ragu mengakui kemerdekaan tersebut, bila tidak ingin dianggap sebagai ‘membela’ kepentingan negara penindas Serbia,” kata Geisz Chalifah, ketua umum PB Pemuda Al-Irsyad.

Sebagaimana diketahui, tekad rakyat Kosovo untuk merdeka kian memuncak setelah Presiden Yugoslavia (saat itu, sebelum pecah) Slobodan Milosevic melancarkan program Serbianisasi, yang menjadikan warga etnis Albania yang mayoritas di Kosovo menderita berat. Milosevic bahkan akhirnya dengan brutal melancarkan serbuan ke Kosovo dan melakukan pembersihan etnis (ethnic cleansing) di Kosovo pada 1998-1999, yang memakan korban puluhan ribu warga keturunan Albania. Kejahatan besar itu baru berakhir setelah pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyerbu dan menghancurkan sasaran militer Serbia.

Republik Kosovo dihuni oleh 2,2 juta jiwa penduduk, yang 90 persennya adalah warga etnis Albania. Mayoritas warga Albania beragama Islam. Saat ini Kosovo dipimpin oleh Presiden Fatmir Sejdiu, dan Perdana Menteri Hashim Thaci.

Menurut sekretaris umum PB Pemuda Al-Irsyad, Mansyur Alkatiri, pernyataan dukungan penuh kepada kemerdekaan Kosovo itu didorong oleh rasa kemanusian dan ukhuwah Islamiyah. Ini juga merupakan wujud kepedulian Pemuda Al-Irsyad terhadap bangsa-bangsa yang terus ditindas oleh bangsa lain. Untuk itu pula, ia mengharapkan agar seluruh kaum muslimin di dunia juga menyambut baik kelahiran negara mayoritas muslim ketiga di Eropa itu, setelah Albania dan Bosnia-Herzegovona.

“Kami berharap langkah kami ini diikuti oleh kawan-kawan organisasi Islam lainnya, sekaligus sebagai tekanan kepada pemerintah agar tidak ragu mengakui kemerdekaan Republik Kosovo,” kata Mansyur. Pemuda Al-Irsyad juga berharap pemerintah RI bias membantu pembukaan perwakilan Kosovo di Jakarta.*

Pemuda Al-Irsyad Minta Pemerintah Dukung Kemerdekaan Kosovo

Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad meminta pemerintah Indonesia memberi dukungan diplomatik penuh bagi kemerdekaan Kosovo dari penjajahan negara Serbia, antara lain dengan memberi suara setuju pada kemerdekaan Kosovo itu di Dewan Keamanan PBB.

Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad meminta pemerintah Indonesia memberi dukungan diplomatik penuh bagi kemerdekaan Kosovo dari penjajahan negara Serbia, antara lain dengan memberi suara setuju pada kemerdekaan Kosovo itu di Dewan Keamanan PBB.

Pemuda Al-Irsyad juga mengharapkan kesadaran rakyat Indonesia, khususnya kaum muslimin, agar mereka menyuarakan dukungan politik yang kuat bagi upaya-upaya kemerdekaan Kosovo dari belenggu tirani Serbia. Tekanan dari umat Islam diharapkan bisa menghapus sikap ragu-ragu pemerintah RI mendukung kemerdekaan Kosovo di forum resmi internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB.

PB Pemuda Al-Irsyad juga menyesalkan sikap pemerintah Republik Indonesia, khususnya Departemen Luar Negeri, yang enggan memberikan dukungan itu dengan alasan ‘sensitif’. “Sikap itu bertentangan sekali dengan pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan,” kata Mansyur Alkatiri, sekretaris umum PB Pemuda Al-Irsyad pada Alirsyad Online (www.alirsyad.org).

Menurut Mansyur, apa yang terjadi di Kosovo sebetulnya adalah penjajahan, sebab rakyat Kosovo yang 90 persen penduduknya adalah etnis Muslim Albania tidak pernah setuju negaranya dimasukkan dalam negara Serbia. Apalagi negara Serbia terbukti merupakan negara fasis yang tega melakukan pembersihan etnis (ethnic cleansing) terhadap warga Muslim Albania beberapa tahun lalu, dan sebelumnya di Bosnia.

“Wilayah Kosovo dicaplok secara sepihak oleh orang-orang Serbia dulu. Dan kemudian mereka diperlakukan sebagai warga kelas dua oleh Beograd, dengan politik diskriminasi rasial, apalagi setelah Slobodan Milosevic

berkuasa di sana,” kata Mansyur. “Selain itu, secara ekonomi Kosovo juga dimiskinkan.”

Seperti diketahui, misi PBB di Kosovo yang diketuai oleh mantan presiden Finlandia, Martti Ahtisaari, menyatakan bahwa, “kemerdekaan Kosovo merupakan satu-satunya solusi bagi pemecahan konflik lama di wilayah itu.” Solusi merdeka ini juga didukung oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, tapi ditentang keras oleh Rusia yang memiliki hak veto di PBB. Sedang Indonesia tetap bersikap “ragu-ragu.”

Pemerintah Kosovo sendiri yang saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Agim Ceku, mengancam akan menyatakan kemerdekaan Kosovo secara sepihak pada 28 November mendatang, bila DK PBB masih tidak menemukan kata sepakat.*

Pernyataan Sikap PB Pemuda Al-Irsyad tentang Sanksi PBB terhadap Iran

Pengurus Besar (PB) Pemuda Al-Irsyad memprotes keras sikap pemerintah Republik Indonesia, yang menyetujui pemberian sanksi tidak adil oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Republik Islam Iran, dalam kaitan program nuklir negara itu. Wakil RI di Dewan Keamanan PBB telah memberi suara setuju dalam voting Resolusi DK PBB No. 1747 yang menjatuhan sanksi kepada Iran pada Sabtu, 24 Maret 2007 di New York.

Dengan menyetujui pemberian sanksi terhadap Iran itu, nampak jelas bahwa pemerintah RI telah tunduk pada kekuatan adidaya Amerika Serikat yang selama ini bersikap sangat keras menentang proyek nuklir Iran, dan sebaliknya tutup mata terhadap kepemilikan senjata nuklir oleh Negara Teroris Zionis Israel.

Sikap setuju terhadap sanksi atas Iran itu telah mencederai solidaritas dan semangat kerjasama antar negara Islam dan negara-negara berkembang (Non-Blok). Apalagi keputusan penjatuhan sanksi itu hanya mengikat Iran, dan sama sekali tidak menyentuh Israel yang sudah punya ratusan hulu ledak nuklir.

Pemerintah RI dan Dunia mestinya menghargai dan tidak punya hak menolak proyek nuklir bagi kepentingan energi di Iran dan negara berkembang lain, apalagi di saat yang sama negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Perancis, Rusia, dan lainnya nyata-nyata mengembangkan tenaga nuklir, bukan hanya untuk kepentingan energi tapi juga kepentingan militer mereka.

Jakarta, 07 Rabi’ul Awwal 1428 H

26 Maret 2007 M

PENGURUS BESAR PEMUDA AL-IRSYAD

Geis Chalifah                  Mansyur Alkatiri

(Ketua Umum)               (Sekretaris Umum)

Pernyataan sikap ini dikirimkan ke:

1. Menteri Luar Negeri RI
2. Perwakilan RI di PBB dan DK PBB
3. Komisi I DPR RI
4. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda
5. Media Massa

 

*************************