Ir. Husein Attamimi Ketua Baru Al-Irsyad Kota Bandung

Husein Abud Attamimi

Husein Abud Attamimi

Musyawarah Cabang ke-6 Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung yang berlangsung Ahad (2/12/2007) secara aklamasi telah memilih Ir. Husein Abud Attamimi sebagai ketua umum yang baru, untuk masa jabatan 2007-2012, pada Ahad, 2 Desember 2007. Ia menggantikan Drs.Hamid Balfas.

Dalam Mucab yang dipusatkan di Gedung Al-Irsyad Jln.Cikutra No. 205 A Bandung tersebut  selain memilih ketua baru dan mengesahkan Garis-garis Besar Program Kerja untuk dijalankan oleh pengurus untuk masa lima tahun mendatang juga telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi, baik internal maupun eksternal.

Selengkapnya  Rekomendasi Muscab tersebut sebagai berikut:

Rekomendasi internal antara lain mendesak PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah hasil Muktamar ke-38 di bawah kepemimpinan K.H.Abdullah Al-Jaidi untuk mengambil langkah-langkah kongkret dalam pengambilalihan sekretariat  PP Al-Irsyad di |Jln Kramat Raya No.25 Jakarta dan seluruh aset Al-Irsyad Al-Islamiyyah dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Kemudian mendesak Majelis Pemuda PP Al-Irsyad untuk segera melaksanakan  kongres Pemuda Al-Irsyad  sebagai  upaya  otonomi  sebagaimana dikehendaki dahulu oleh muktamirin. Terakhir, mendesak Majelis Pendidikan dan Pengajaran PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah menyelenggarakan Musyawarah Nasional Pendidikan untuk membuat Kurikulum Nasional Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang dievaluasi secara berkala minimal setiap 5 (lima) tahun sekali dan menerbitkan buku ajar (Pendidikan Agama dan Bahasa Arab) yang sesuai dengan kurikulum.

Sedangkan rekomendasi eksternal antara lain sebagai berikut. Pertama, meminta pemerintah, baik pusat maupun daerah bersikap dan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang jelas-jelas telah menyebarkan ajaran-ajaran sesat, khurafat dan tahayul serta menyuburkan gerakan pornografi dan pornoaksi, baik lewat tayangan film, sinetron, internet, handphone serta media cetak dan elektonik lainnya. Caranya yaitu dengan membubarkan dan menutup  kegiatan mereka, serta sesegera mungkin mengesahkan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang hingga kini  pembahasanya  masih terkatung-katung di DPR.

Kedua, mendesak, baik pemerintah dan DPR, baik tingkat kota, provinsi, serta pusat untuk segera merealisasikan anggaran pendidikan sebesar  20%  dalam APBN/APBD masing-masing, sebagai wujud kepatuhan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen. Ketiga, mengajak kepada  seluruh Ormas Islam, baik di tingkat kota Bandung maupun tingkat Jawa Barat untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam menghadapi momentum Pilkada (Pemilihan Walikota Bandung dan Gubernur Jawa Barat) pada tahun 2008, dalam rangka memilih pemimpin (umara) yang jelas keberpihakanya kepada ummat Islam dan jelas komitmennya dalam menegakkan amar ma’ruf nahyi mungkar.

Karena pada pelaksanaan Musyawarah Cabang Ketua Terpilih Husein A. Attamimi tidak bisa hadir karena sedang melaksanakan tugas di luar pulau (Natuna), maka sambutan yang bersangkutan setelah terpilih dilakukan secara teleconference yang diperdengarkan kepada seluruh peserta Musyawarah Cabang. Hal ini tampaknya merupakan sesuatu yang baru dilakukan di Perhimpunan Al-Irsyad. Memang, di era yang serba canggih sekarang ini, dengan bantuan teknologi jarak seharusnya tidak menjadi kendala.*

Laporan: Panitia Musyawarah Cabang ke-6 Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung