Pernyataan Sikap PB Pemuda Al-Irsyad tentang Pembantaian di Gaza

PERNYATAAN SIKAP PENGURUS BESAR PEMUDA AL-IRSYAD TENTANG PEMBANTAIAN DI GAZA (GAZA MASSACRE)

Sehubungan dengan aksi TERORISME BARBAR yang dilakukan pasukan Zionis Israel di Jalur Gaza hari-hari ini, Pengurus Besar PEMUDA AL-IRSYAD menyatakan:

1. MENGUTUK SEKERAS-KERASNYA aksi pasukan penjajah Yahudi itu. Ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan yang tidak malu-malu dilakukan oleh Israel secara telanjang di depan mata dunia.

2. Menyatakan KEKECAWAAN yang mendalam atas kembali gagalnya pemerintahan negara-negara Arab dalam menanggapi aksi terkutuk itu secara sepadan. Terutama kepada pemerintah Mesir yang tidak memberi kesempatan yang cukup kepada kaum muslimin dan bangsa Arab untuk memasuki pintu perbatasan Rafah, dan negara-negara Arab petro dollar yang enggan menggunakan pengaruhnya untuk menekan Israel dan Amerika Serikat -pendukung utama Israel- untuk menghentikan aksi terorisme skala besar mereka.

Karena pemerintah-pemerintah Arab tidak banyak berbuat untuk menyelamatkan rakyat Palestina, maka seharusnya mereka membiarkan para sukarelawan dan mujahidin bisa memasuki perbatasan Palestina-Mesir untuk membantu warga Gaza menghadapi para TERORIS YAHUDI itu.

3. Menuntut agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghukum keras tindakan terorisme akbar yang dilakukan Israel itu, dan menyeret para pemimpin Israel ke Mahkamah Internasional karena telah melakukan KEJAHATAN KEMANUSIAAN yang SISTEMIK di Palestina. Bila PBB tidak mau melakukan itu, berarti PBB melalukan kemunafikan telanjang. Dan ini kian membuktikan bahwa PBB adalah lembaga yang diarahkan oleh kekuatan hegemoni dunia, terutama AS, terhadap bangsa-bangsa lemah. PBB dan dunia selama ini selalu bereaksi sangat keras terhadap aksi kekerasan ‘kecil-kecilan’ yang dilakukan oleh kelompok Palestina seperti Hamas dan Jihad Islam, tapi MEMBISU terhadap aksi TERORISME yang jauh lebih besar yang dilakukan AS dan Israel.

4. MENYERUKAN kepada seluruh warga Palestina, bangsa Arab, umat Islam, dan warga dunia yang punya nurani, untuk MEMBALAS perlakukan biadab Israel di Gaza dan tempat-tempat lainnya. Membalas adalah hak mereka yang dizalimi.

5. Menyerukan kepada seluruh kaum muslimin dan bangsa Arab untuk kembali menggalakkan AKSI BOIKOT terhadap produk-produk dari perusahaan yang selama ini MEMBANTU ZIONIS ISRAEL, seperti Coca Cola, Pepsi, McDonalds, KFC, Johnson & Johnson, Starbucks, dan lainnya. Jangan berikan uang Anda kepada erusahaan-perusahaan yang membantu bangsa zionis Israel itu embantai bangsa Palestina.

6. Menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk selalu BERDOA dan melakukan QUNUT NAZILAH bagi KEHANCURAN negeri dan bangsa ZIONIS ISRAEL.

Demikian pernyataan ini kami buat, dan semoga Allah Ta’ala membantu perjuangan para mujahidin di Palestina, Irak, Afghanistan, Somalia, Chechnya, dan di tempat-tempat lain. Semoga Allah Ta’ala meluluhlantakkan arogansi Zionis Israel. Semoga Allah Ta’ala menggerakkan hati-hati kaum muslimin seluruh dunia untuk membantu saudara-saudara mereka di Palestina dengan jiwa, harta, dan doa mereka.

Jakarta, 29 Desember 2008

PENGURUS BESAR PEMUDA AL-IRSYAD

GEIS CHALIFAH (Ketua Umum)

MANSYUR ALKATIRI (Sekretaris Jenderal)

Pemuda Al-Irsyad Lahir Kembali

Utama

DEKLARASI OTONOMI PEMUDA AL-IRSYAD

Sebuah sejarah baru telah lahir di lingkungan Al-Irsyad. Setelah dua puluh tiga tahun ditarik masuk dalam struktur Perhimpunan Al-Irsyad, kini Pemuda Al-Irsyad kini kembali menjadi otonom.

Dengan status otonom ini, Pemuda Al-Irsyad bisa bergerak lebih bebas berkiprah dan mengatur rumah tangganya sendiri, seperti suasana di masa lalu, sebelum Muktamar Al-Irsyad 1985.

Status otonomi Pemuda Al-Irsyad tersebut lahir melalui DEKLARASI  OTONOMI, yang dilakukan Majelis Pemuda dan Pelajar Al-Irsyad Al-Islamiyyah, di sekretariat Pimpinan Pusat Al-Irsyad, Jl. Kalibata Utara II No. 84, Jakarta Selatan, pada Ahad 10 Agustus 2008. Dengan status barunya itu, maka Majelis Pemuda dan pelajar Al-Irsyad, organ pemuda di lingkungan Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah, berubah menjadi Pengurus Besar (PB) Pemuda Al-Irsyad. Sementara lajnah-lajnah Pemuda dan Pelajar Al-Irsyad di daerah, akan keluar dari struktur Pengurus Cabang Perhimpunan di daerah mereka, dan berubah menjadi Pengurus Cabang (PC) Pemuda Al-Irsyad.

Dalam acara deklarasi yang diikuti sekitar 40 anak muda Al-Irsyad yang masuk dalam kepengurusan PB Pemuda Al-Irsyad, hadir Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang diwakili oleh Ridho Baridwan SH dan Dr. Mohammad Noer, selaku wakil ketua dan sekretaris jenderal

Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Hadir pula pengurus Majelis Wanita dan Puteri Al-Irsyad, serta utusan dari lajnah-lajnah Pemuda dan Pelajar Al-Irsyad se Jabodetabek.

Menurut Ketua Umum PB Pemuda Al-Irsyad Geis Chalifah, otonomi Pemuda Al-Irsyad ini merupakan keniscayaan sejarah, mengingat besaran tanggung-jawab dan kondisi kekinian. “Lembaga otonom dalam Perhimpunan saat ini mengalami kelemahan daya aktifitas setelah sekian tahun direduksi keberadaannya menjadi majelis. Dan itu berimbas besar pada kekosongan satu generasi di tubuh Al-Irsyad,” kata Geis Chalifah dalam pidato deklarasi itu.

Geis juga memaparkan tantangan berat yang sedang dihadapi oleh ormas-ormas pemuda saat ini, karena ormas-ormas itu tidak mampu memnberi jawaban atau solusi memadai bagi persoalan anak muda saat ini. “Maka PB Pemuda Al-Irsyad harus memahami dengan jelas arah kaum muda saat ini dan trendnya ke depan, lalu membuat daftar acuan rencana agar nyambung dengan realitas baru itu,” katanya.

Sementara Wakil Ketua Umum PP Al-Irsyad Ridho Baridwan berharap setelah Pemuda Al-Irsyad terlepas dari struktur Perhimpunan maka akan terjalin sinergi yang baik di antara Perhimpunan dan Pemuda.

“Semoga kita bisa bekersama dalam membangun Al-Irsyad menuju masa depan yang gemilang,” katanya.

Dalam pidato tausiyahnya, Dr. Mohammad Noer, sekretaris jenderal PP Al-Irsyad berharap kehadiran Pemuda Al-Irsyad yang otonom ini bisa mengatasi krisis kader yang sangat kronis di tubuh Al-Irsyad.

“Memang krisis seperti itu terjadi di semua organisasi, tapi di Al-Irsyad stadiumnya paling tinggi. Di cabang-cabang, krisis minimnya kader ini sangat terasa. Kita sulit mencari pemimpin pengganti,” kata Mohammad Noer, yang juga aktifis WAMY itu (World Assembly of Muslim Youth).

Dalam kesempatan ini, Mohammad Noer menantang Pemuda Al-Irsyad untuk menggelar training-training bagi angkatan muda Irsyadiin, dan ia siap membantu pencarian dananya dari berbagai sumber.

“Saya dapat membantu Pemuda dalam soal perkaderan ini. Kalau selama ini masalahnya adalah dana, maka saya tantang pemuda! Siapkan proposal perkaderan tingkat nasional, dengan peserta sekitar 50 orang, insya Allah saya bantu pencarian dananya,” katanya bersemangat.

Semoga ini menjadi awal dari sebuah harapan besar, untuk merajut masa depan yang gemilang. Amiiin!

Ilaal Amaami ya Syababul Irsyad!

(MA)

Pemuda Al-Irsyad Kutuk Barbarisme Israel di Gaza

Al-Irsyad Online: Pengurus Besar (PB) Pemuda Al-Irsyad mengutuk keras aksi pembantaian besar-besaran warga Palestina oleh kaum zionis dan penjajah Israel di Gaza, yang menewaskan 117 orang, kebanyakan warga sipil tak bersalah. Bahkan menurut ketua umum PB Pemuda Al-Irsyad, Geis Chalifah, tindakan barbar Israel itu merupakan aksi genosida terencana sistematis sejak sebelum pendirian negara Yahudi Israel di tanah Palestina pada 1948.

“Ini genosida, sebuah upaya untuk mengeliminir sebanyak mungkin orang Palestina di negeri mereka sendiri. Dan untuk membungkam suara-suara yang menyerukan hak Palestina untuk merdeka dari penjajahan Zionis Israel,” kata Geis pada Al-Irsyad Online.

Menurut Geis, apa yang dilakukan Israel saat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari skenario yang secara konsisten dilakukan Israel dari zaman dahulu.

Untuk itu, Pemuda Al-Irsyad menyerukan kepada seluruh kaum muslimin untuk lebih serius membantu warga Palestina yang rentan sekali dibantai oleh Israel. Umat Islam dan pemerintah-pemerintah Muslim tak perlu mengharap belas kasihan pada AS dan Eropa untuk membantu Palestina, karena itu sangat mustahil.

“Kita harus serius bekerja sendiri untuk menyelamatkan bangsa Palestina, dan menjadikan Palestina menjadi negara merdeka,” kata Geis.* (MA)