PP Al-Irsyad: Idul Adha 1431 H pada 17 November 2010

Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah memutuskan bahwa hari raya Idul Adha 1431 akan jatuh pada 17 November 2010.

Keputusan ini sudah disebarluaskan ke seluruh warga Al-Irsyad melalui sebuah Maklumat PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang ditandatangani oleh ketua umum H. Abdullah Djaidi dan sekretaris jenderal Dr. Mohammad Noer.

Keputusan tersebut diambil sesuai hasil hisab yang dilakukan oleh Tim Hisab PP Al-Irsyad, dengan penjelasan sebagai berikut.

Ijtima’ pada hari Sabtu 29 Dzulqa’idah 1431 H bertepatan dengan tanggal 6 November 2010 pukul 11.17 WIB.

Tinggi hilal pada saat matahari ghurub adalah 1º36’33”. Lama hilal  diatas ufuk adalah 6 menit 39 detik, adapun besarnya hilal adalah 0,00221.

Ketinggian hilal kurang dari 2º, oleh karena itu berdasarkan rukyatul hilal, bulan Dzulqa’dah di-Istikmalkan 30 hari. Maka tanggal 1 Dzulhijjah 1431 H jatuh pada hari Senin 8 November 2010 M.

Dengan demikian Hari Raya Idhul Adha (10 Dzulhijjah) jatuh pada tanggal 17 November 2010.

Pimpinan Pusat berharap, keterangan ini dapat memberi manfaat bagi seluruh warga Al-Irsyad dan masyarakat Muslim Indonesia, serta menjadi amal baik kita semua, dan semoga Allah SWT meridhainya.

Sikap PP Al-Irsyad tentang Idul Adha 1428 H (2007)

logo-alirsyadAl-Irsyad Online: Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah memutuskan mempersilakan warga Al-Irsyad untuk berpuasa sunnah Arafah pada hari selasa, 18 Desember 2007, sesuai dengan waktu wuquf di Arafah tahun ini. Namun bagi yang meyakini bahwa hari wuquf sebetulnya jatuh pada Rabu, 19 Desember (sesuai perhitungan astronomi), dan mengikuti keputusan pemerintah, dipersilakan pula untuk puasa sunnah Arafah pada hari Rabu.

 Hal yang sama juga berlaku bagi pelaksanaan shalat Idul Adha. “Warga Al-Irsyad silakan memilih, mau melaksanakannya pada hari Rabu (19 Desember), atau Kamis, 20 Desember 2007 M (10 Dzulhijjah 1428 H), berdasarkan waktu Indonesia,” kata ketua umum PP Al-Irsyad H. Abdullah Djaidi kepada Al-Irsyad Online (www.alirsyad.org).

Menurut Abdullah Djaidi, karena masing-masing memiliki hujjah yang kuat, maka tidak berdosa untuk memilih waktu puasa Arafah sesuai dengan keyakinan yang dipegangnya.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pleno Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah pada Hari Rabu, 12 Desember 2007.

Ketua Umum mengakui, bahwa keputusan PP itu tidak mungkin memuaskan semua pihak, tapi itu merupakan jalan terbaik untuk menjaga silaturahmi warga Al-Irsyad yang memiliki dua pendapat itu secara kuat. Keputusan ini sebelumnya juga sudah dikonsultasikan dengan beberapa ulama di Al-Irsyad, seperti Ustadz Ahmad bin Mahfudz (Surabaya), dan mereka mengatakan bahwa keputusan itu sangat bijaksana.

PP Al-Irsyad berharap agar seluruh warga Al-Irsyad tetap menjaga kekompakan, dan mengutamakan persatuan serta berpikir arif dalam menyikapi perbedaan yang ada. (MA)