Tag Archives: alirsyad bandung

MUCAB VII Al-Irsyad Bandung, Husein Attamimi Terpilih Kembali

Husein Abud Attamimi

Husein Abud Attamimi

Musyawarah Cabang VII Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 24 Januari 2013 di Bandung. Selain membahas laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti sebelumnya, Muscab  juga kembali memberikan amanah kepada Ir. Hussein Abud Attamimi sebagai Ketua Pimpinan Cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung masa bakti 2013-2018. Selain itu, Muscab juga menghasilkan beberapa rekomendasi baik internal maupun eksternal.

Rekomendasi Internal yaitu :

1.    Saat ini Jum’iyyah Al-Irsyad Al-Islamiyyah telah berusia satu abad; sebuah rentang usia yang sudah cukup panjang. Meskipun demikian, jika dibandingkan ormas-ormas Islam pembaharu yang lain, harus diakui kiprah Al-Irsyad masih tertinggal jauh  di belakang. Sehubungan  kenyataan tersebut,  dimohon  kepada seluruh jajaran pengurus PP masa bakti 2012-2017 di bawah kepemimpinan Al-Ustadz Abdullah Al-Jaidi, untuk  menjadikan momentum usia satu abad Al-Irsyad  ini sebagai “Gerakan era baru kebangkitan Al-Irsyad Al-Islamiyyah dalam melakukan pengabdian kepada negara, bangsa dan masyarakat”, dengan aktif memberikan kontribusi  nyata dalam bidang Pendidikan, Dakwah, dan Sosial Ekonomi.

2.    Mulai tahun ajaran baru yang akan datang pihak Depdikbud  sudah akan memulai memberlakukan Kurikulum 2013. Dalam rangka menyamakan persepsi dan langkah  menghadapi kebijakan baru tersebut, kami mendesak Majelis Pendidikan dan Pengajaran PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah untuk sesegera mungkin menyelenggarakan Musyawarah Nasional Pendidikan dengan misi “Implementasi Kurikulum Berbasis Pendidikan Akhlak”

3.    Menyikapi kebijakan PP Al-Irsyad Alislamiyyah terkait dengan adanya kebijakan otonomisasi Lajnah Wanita dan Putri. Muscab ke VII Al-Irsyad Al-Islamiyah Kota Bandung, menyarankan sebaiknya hal itu diterapkan secara fleksibel, kondisional dan opsional (bersifat pilihan).

4.    Saat ini di seputar Bandung Raya khususnya dan Jawa Barat serta DKI umumnya, tengah dilanda musibah, seperti banjir dan tanah longsor. Sehubungan hal itu, kepada warga Irsyadiyyin Kota Bandung  dihimbau untuk senantiasa menjalin solidaritas dan kesetiakawanan sosial dengan turut membantu meringankan penderitaan  saudara-saudara kita yang saat ini tengah dilanda musibah  tersebut.

5.    Mengajak kepada  seluruh warga Irsyadiyyin Kota Bandung untuk menggunakan hak pilihnya dalam  perhelatan Pilkada (Pemilihan Walikota Bandung dan Gubernur Jawa Barat) dan memilih Cawalkot dan Cagub  yang jelas keberpihakannya kepada ummat Islam dan jelas komitmennya dalam menegakkan amar ma’ruf nahyi mungkar.

Sedangkan rekomendasi eksternal Muscab VII Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung yakni:

1.    Meminta Pemerintah, baik pusat maupun daerah bersikap dan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang jelas-jelas telah  menyebarkan ajaran-ajaran sesat, khurafat dan tahayul serta menyuburkan gerakan pornografi dan pornoaksi, baik lewat tayangan film, sinetron, internet, handphone serta media cetak dan elektonik lainnya.

2.    Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian dan merupakan rahmatan lil’alamin. Oleh karena itu kami mengutuk aksi-aksi teror  yang dilakukan oleh segelintir orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan mengatasnamakan umat Islam, seraya mendesak pemerintah dan Polri untuk bekerja secara profesional dan tidak melakukan generalisasi, stigmatisasi, serta politisasi terhadap aksi-aksi teror tersebut untuk menyudutkan umat Islam.

Dari: Panitia Mucab VII Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung

Ir. Husein Attamimi Ketua Baru Al-Irsyad Kota Bandung

Husein Abud Attamimi

Husein Abud Attamimi

Musyawarah Cabang ke-6 Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung yang berlangsung Ahad (2/12/2007) secara aklamasi telah memilih Ir. Husein Abud Attamimi sebagai ketua umum yang baru, untuk masa jabatan 2007-2012, pada Ahad, 2 Desember 2007. Ia menggantikan Drs.Hamid Balfas.

Dalam Mucab yang dipusatkan di Gedung Al-Irsyad Jln.Cikutra No. 205 A Bandung tersebut  selain memilih ketua baru dan mengesahkan Garis-garis Besar Program Kerja untuk dijalankan oleh pengurus untuk masa lima tahun mendatang juga telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi, baik internal maupun eksternal.

Selengkapnya  Rekomendasi Muscab tersebut sebagai berikut:

Rekomendasi internal antara lain mendesak PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah hasil Muktamar ke-38 di bawah kepemimpinan K.H.Abdullah Al-Jaidi untuk mengambil langkah-langkah kongkret dalam pengambilalihan sekretariat  PP Al-Irsyad di |Jln Kramat Raya No.25 Jakarta dan seluruh aset Al-Irsyad Al-Islamiyyah dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Kemudian mendesak Majelis Pemuda PP Al-Irsyad untuk segera melaksanakan  kongres Pemuda Al-Irsyad  sebagai  upaya  otonomi  sebagaimana dikehendaki dahulu oleh muktamirin. Terakhir, mendesak Majelis Pendidikan dan Pengajaran PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah menyelenggarakan Musyawarah Nasional Pendidikan untuk membuat Kurikulum Nasional Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang dievaluasi secara berkala minimal setiap 5 (lima) tahun sekali dan menerbitkan buku ajar (Pendidikan Agama dan Bahasa Arab) yang sesuai dengan kurikulum.

Sedangkan rekomendasi eksternal antara lain sebagai berikut. Pertama, meminta pemerintah, baik pusat maupun daerah bersikap dan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang jelas-jelas telah menyebarkan ajaran-ajaran sesat, khurafat dan tahayul serta menyuburkan gerakan pornografi dan pornoaksi, baik lewat tayangan film, sinetron, internet, handphone serta media cetak dan elektonik lainnya. Caranya yaitu dengan membubarkan dan menutup  kegiatan mereka, serta sesegera mungkin mengesahkan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang hingga kini  pembahasanya  masih terkatung-katung di DPR.

Kedua, mendesak, baik pemerintah dan DPR, baik tingkat kota, provinsi, serta pusat untuk segera merealisasikan anggaran pendidikan sebesar  20%  dalam APBN/APBD masing-masing, sebagai wujud kepatuhan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen. Ketiga, mengajak kepada  seluruh Ormas Islam, baik di tingkat kota Bandung maupun tingkat Jawa Barat untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam menghadapi momentum Pilkada (Pemilihan Walikota Bandung dan Gubernur Jawa Barat) pada tahun 2008, dalam rangka memilih pemimpin (umara) yang jelas keberpihakanya kepada ummat Islam dan jelas komitmennya dalam menegakkan amar ma’ruf nahyi mungkar.

Karena pada pelaksanaan Musyawarah Cabang Ketua Terpilih Husein A. Attamimi tidak bisa hadir karena sedang melaksanakan tugas di luar pulau (Natuna), maka sambutan yang bersangkutan setelah terpilih dilakukan secara teleconference yang diperdengarkan kepada seluruh peserta Musyawarah Cabang. Hal ini tampaknya merupakan sesuatu yang baru dilakukan di Perhimpunan Al-Irsyad. Memang, di era yang serba canggih sekarang ini, dengan bantuan teknologi jarak seharusnya tidak menjadi kendala.*

Laporan: Panitia Musyawarah Cabang ke-6 Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung