Eksekusi Kramat Raya 25 Berjalan Mulus

Alhamdulilah, silang sengketa terhadap gedung sekretariat Al-Irsyad Kramat Raya 25 pun berakhir. Dan penggunaan gedung tersebut kini menjadi kewenangan Pimpinan Pusat Al-Irsyad yang sah.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah melakukan eksekusi gedung milik Al-Irsyad Al-Islamiyyah itu pada hari Jumat, 29 Agustus 2008. Eksekusi yang berlangsung mulus tersebut sesuai keputusan Mahkamah Agung No. 1702 K/PDT/2004, dimana kemudian kewenangan penggunaannya diserahkan kepada Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah dibawah pimpinan H. Abdullah Djaidi.

Dalam eksekusi itu, tim eksekutor dari PN Jakarta Pusat yang berjumlah empat orang dipimpin oleh Jerry B. Rampen SH, dibantu petugas dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Kodim 0501 Jakarta Pusat, Pamong Praja Jakarta Pusat, dan Kogar  DKI Jakarta.

Hadir menyaksikan pengambilalihan gedung tersebut antara lain H. Abdullah Djaidi (ketua umum PP Al-Irsyad), Ridho Baridwan SH (wakil ketua umum), Ir. Hisyam Thalib (wakil ketua Dewan Istisyariah), Geys Chalifah dan Mansyur Alkatiri (ketua umum dan sekretaris umum PB Pemuda Al-Irsyad), Malik Bawazir (kuasa hukum PP Al-Irsyad), Zeyd Amar (kepala sekretariat PP Al-Irsyad), dan pengurus PP lainnya, serta para aktifis Pemuda Al-Irsyad dari Jakarta dan Bogor.

Pelaksanaan eksekusi sebelumnya sempat dihalangi oleh segerombolan orang yang dipimpin Ja’far Thalib dan pengacara Muadz Mashadi. Namun upaya melawan hukum itu akhirnya tak berarti apa-apa di hadapan tim eksekutor.

Pelaksanaan eksekusi ini diliput oleh banyak media massa, baik cetak maupun elektronik.

Kepada wartawan ketua umum PP Al-Irsyad H. Abdullah Djaidi menyatakan pihaknya bersyukur atas berlangsungnya eksekusi tersebut sesuai yang diharapkan.

“Dengan diserahkannya kembali kantor sekretariat Al-Irsyad ini menandakan telah selesainya seluruh permasalahan internal Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah, yang telah menyita waktu dan energi cukup besar dari warga dan simpatisan Al-Irsyad,”  kata Abdullah Djaidi.

Abdullah Djaidi juga mengimbau kepada mereka yang selama ini berseberangan untuk menjadikan momen tersebut sebagai ajang bersatu kembali. Sehingga dapat bersama-sama mengantarkan Perhimpunan menuju cita-citanya demi kemaslahatan umat.

Gedung Al-Irsyad di Jl. Kramat Raya bernomor 25 itu terdiri dari empat lantai dan saat ini disewa oleh Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Nusa Mandiri, PT Al-Wahida Marketing Inc., dan Course Make Easy (COME). Untuk itu eksekutor PN Jakpus menetapkan bahwa sejak tanggal 29 Agustus 2008 semua penyewa hanya berurusan dengan PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah dibawah kepemimpinan H. Abdullah Djaidi.

Pimpinan Pusat juga memiliki wewenang penuh terhadap semua aset dan area gedung utama, serta dibenarkan untuk membangun apapun juga di area tersebut.

Kendati jalannya eksekusi berjalan mulus, masih  ada sedikit masalah yang segera akan ditindak-lanjuti, yaitu bangunan Sekretaria Al-Irsyad bernomor 23-G yang terletak di sisi kiri belakang gedung utama Al-Irsyad yang dari dulu menjadi sekretariat resmi PP Al-Irsyad sejak era kepemimpinan Geys Amar, SH. Sayangnya pihak kuasa hukum Yayasan Dana Bantuan tidak mengakui adanya sekretariat tersebut.

Menghadapi ketidakjujuran pihak kuasa hukum mereka itu, ketua umum PP Al-Irsyad Abdullah Djaidi bertekad untuk menyelesaikan masalah tersebut sampai tuntas. Ia mengharapkan semua pihak bersikap jujur dan terbuka, tidak menutup-nutupi yang haq. Apalagi ini menyangkut amanat umat yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. (* ZA )