Idul Fitri 13 Oktober: Al-Irsyad Imbau Umat Ikuti Keputusan Pemerintah

H. Abdullah Djaidi
H. Abdullah Djaidi

Alirsyad Online – Ketua Umum Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah, KH Abdullah Djaidi, mengimbau kepada seluruh warga Al-Irsyad dan umat Islam Indonesia untuk menaati keputusan yang diambil sidang isbat pada Kamis (11/10) malam, yang menetapkan Hari Raya Idul Fitri pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007.

“PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah mengimbau kepada seluruh warga Al-Irsyad pada khususnya dan umat Islam pada umumnya untuk menaati keputusan tersebut sesuai dengan Maklumat PP Alirsyad,” kata Abdullah Djaidi kepada Alirsyad Online.

Merujuk adanya perbedaan dalam penentuan 1 Syawal 1428 H tahun ini, Abdullah Djaidi meminta agar umat Islam Indonesia mengedepankan rasa ukhuwah Islamiyah dalam menyikapi perbedaan tersebut. “Mari kita menghormati dan toleran dalam menyikapi perbedaan itu. Sebab persatuan umat tidak boleh dikorbankan hanya karena perbedaan seperti ini,” kata Abdullah.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Departemen Agama (Depag) dalam sidang  isbat akhirnya menetapkan 1 Syawal 1428 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 13 Oktober  2007.

Sidang yang dipimpin oleh Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni di kantor  Departemen Agama, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/10), pukul 19.40 WIB. Sidang kali ini ini dihadiri oleh Menteri Kominfo Muhammad Nuh, Menristek Kusmayanto Kadiman, Ketua MUI Ma`ruf Amin dan para wakil umat Islam, termasuk para wakil ormas Islam antara lain pengurus NU, pengurus Muhammadiyah, Al-Irsyad, serta sejumlah ormas Islam lainnya. Ikut serta pula perwakilan negara sahabat.

Hadir mewakili PP Al-Irsyad adalah Drs. H. Abdussamad Ngile MM, yang juga ketua majelis hubungan antar lembaga PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah.

Dalam sidang isbat tersebut, Ketua Badan Hisab dan Rukyat yang juga Direktur Urusan Agama Islam Depag, Mukhtar Ilyas, menyampaikan hasil rukyat di 40 lokasi, dari Banda Aceh hingga Jayapura (Papua). Dan seluruh tim ternyata melaporklan tidak melihat hilal.

“Ijtima (pertemuan akhir bulan dan awal bulan baru) menjelang syawal jatuh pada Kamis, 11 Oktober atau 29 Ramadhan pukul 12.02 WIB sehingga saat matahari terbenam posisi hilal di sebagian wilayah Indonesia Timur hilal masih di bawah ufuk, kecuali di Indonesia bagian Tengah dan Barat sudah di atas ufuk antara 0 derajat 30 menit sampai 0 derajat 45 menit, ” jelasnya.

Dengan demikian, lanjutnya bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal) dan 1 syawal jatuh pada Sabtu 13 Oktober 2007.

Sebelumnya, menurut hasil hisab Awal Syawwal 1428 H oleh Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah, awal 1 Syawwal 1428 H juga jatuh pada Sabtu, 13 Oktober 2007.

Ijtima’ pada hari Kamis, 11 Oktober 2007 M., pukul 12.02 WIB. tinggi hilal pada saat Matahari ghurub, hari Kamis adalah 0038’. Lamanya hilal di atas ufuk, 2 menit 37 detik. Deklinasi Matahari -7003’24” dan deklinasi hilal -9025’29”.

Ketinggilan hilal yang sangat rendah ini, tidak mungkin dapat dirukyat pada saat tersebut, oleh karena itu bulan Ramadhan 1428 H. diistikmalkan 30 hari. Maka, tanggal 1 Syawwal 1428 H. jatuh pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007 M. *

Idul Fitri 13 Oktober: Al-Irsyad Imbau Umat Ikuti Keputusan Pemerintah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *