Press Release Muktamar ke-40 Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Mubes Pemuda ke-11 & Mubes Wanita ke-8

File dapat diunduh (download) dengan cara klik link di bawah:

MUKTAMAR KE-40 AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH

REKOMENDASI MUKTAMAR KE-40

AMANAT PROGRAM MUKTAMAR 40

MUSYAWARAH BESAR PEMUDA AL-IRSYAD KE-11

REKOMENDASI MUBES PEMUDA KE-11

AMANAT MUBES PEMUDA KE-11

 

MUSYAWARAH BESAR WANITA KE-8

REKOMENDASI MUBES WANITA KE-8

AMANAT MUBES WANITA KE-8

Press Release Muktamar Ke-40

PRESS RELEASE

MUKTAMAR KE-40 AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH

di Hotel Sahira, Bogor,  16-17 November 2017

Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah, atau biasa dikenal dengan AL-IRSYAD, akan mengadakan Muktamar ke-40 di Kota Bogor pada 16-17 November 2017. Muktamar akan dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin di Hotel Sahira, Bogor, pada hari Kamis 16 November 2017 jam 10.00 wib. Tapi, sebelum dibuka resmi, seluruh peserta Muktamar akan diterima oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo di Istana Bogor untuk silaturrahim. Penutupan acara dilakukan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Berbarengan dengan Muktamar ini akan dilangsungkan Musyawarah Besar dua badan otonom di lingkungan Al-Irsyad, yaitu Musyawarah Besar ke-11 Pemuda Al-Irsyad dan Musyawarah Besar ke-8 Wanita Al-Irsyad.

Muktamar merupakan institusi tertinggi di organisasi Al-Irsyad, diselenggarakan setiap lima tahun. Begitu pula dengan Musyawarah Besar yang merupakan institusi tertinggi di kedua badan otonom. Dalam Muktamar yang akan diikuti oleh 18 Pimpinan Wilayah dan lebih dari 100 cabang ini akan dilakukan evaluasi atas hasil kerja periode kepengurusan 2012-2017, dan menentukan program kerja strategis di bidang pendidikan, dakwah, sosial dan ekonomi untuk periode 2017-2022. Di Muktamar ini juga akan diputuskan beberapa rekomendasi yang sifatnya internal Al-Irsyad maupun eksternal (masalah keumatan dan bangsa), serta pemilihan ketua umum baru Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah periode 2017-2022 dan Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah.

Muktamar tahun ini mengambil tema “Menyongsong Kebangkitan Al-Irsyad sebagai Organisasi Pembaharu dan Moderat”. Tema ini relevan dengan tekad Al-Irsyad Al-Islamiyyah saat ini untuk makin meneguhkan jati dirinya sebagai pelopor pembaharuan Islam di Indonesia, sesuai dengan ide-ide reformasi Islam yang di bawa oleh pendiri Al-Irsyad, Syekh Ahmad Surkati, yang merupakan pengikut trio reformis dunia, yaitu Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh dan M. Rasyid Ridha.

Juga meneguhkan Al-Irsyad sebagai organisasi moderat, yang jauh dari sikap ekstrem. Al-Irsyad menjunjung tinggi kesantunan dalam dakwah dan mengedepankan ukhuwah Islamiyah serta dialog konstruktif dengan seluruh elemen bangsa.

 

Amanat Program Al-Irsyad

 

Salah satu agenda penting Muktamar adalah penyusunan Amanat Program Al-Irsyad (program-program kerja strategis) di bidang pendidikan, dakwah, sosial dan ekonomi.

Bidang pendidikan merupakan bidang garap paling utama Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Sebab, seperti dikatakan oleh pendiri Al-Irsyad yaitu Syekh Ahmad Surkati, “Al-Irsyad adalah pendidikan/pengajaran (at-ta’lim).” Maka hampir seluruh kegiatan Al-Irsyad berbasis pada lembaga pendidikan Al-Irsyad yang jumlahnya mencapai ratusan, dari TK sampai perguruan tinggi.

Ahmad Surkati dan seluruh aktifis Al-Irsyad meyakini bahwa pendidikan dan pengajaran adalah kunci tercapai dan terciptanya kemajuan peradaban manusia, maka Al-Irsyad Al-Islamiyyah berusaha terus memperbaiki mutu sekolah-sekolah Al-Irsyad di semua jenjang. Selama kepengurusan lalu sudah diadakan berbagai macam training untuk para pengelola dan guru sekolah-sekolah Al-Irsyad secara nasional, dan akan makin ditingkatkan jenis dan kuantitas training itu di periode kepengurusan mendatang.

Secara kuantitas Al-Irsyad juga akan mendirikan sekolah-sekolah baru di seluruh cabang yang ada dan di tempat-tempat yang sedang dijajaki untuk pembentukan cabang baru.

Di bidang dakwah, Muktamar akan merumuskan strategi dakwah sesuai jati diri Al-Irsyad sebagai organisasi pembaharu (reformis) dan moderat, yang jauh dari paham-paham kekerasan dan ekstrem. Semangat reformisme adalah semangat untuk terus menampilkan tafsiran agama dan cara dakwah yang sesuai dengan zaman yang dihadapi, yang sedang mengalami perubahan yang sangat cepat akibat petumbuhan teknologi informasi. Perumusan strategi dakwah ini makin urgen dilakukan mengingat tertinggalnya dakwah Islam dalam menyikapi kemajuan zaman serta munculnya berbagai kelompok yang isi dan cara dakwahnya justeru gemar memperuncing perbedaan di kalangan umat.

Di bidang ekonomi, Muktamar akan merumuskan program-program pengembangan ekonomi keumatan, baik yang konvensional maupun yang berbasis IT. Pengembangan ekonomi umat ini semakin mendesak untuk dilakukan percepatan mengingat kondisi umat saat ini yang sangat jauh tertinggal di sektor bisnis dan ekonomi.

Di bidang sosial, Muktamar akan merumuskan program-program sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, serta terus menyiagakan unit bantuan cepat untuk membantu korban-korban bencana, seperti yang sudah dilakukan di Al-Irsyad waktu bencana tsunami di Aceh, gempa bumi di Padang dan Jogja, longsor di Banjarnegara dan tempat-tempat lain. Direncanakan pula agar setiap cabang memiliki minimal klinik-klinik kesehatan gratis untuk warga masyarakat di samping rumah sakit yang sudah ada di beberapa cabang.

 

Al-Irsyad Al-Islamiyyah

Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah (Jam’iyat al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah) berdiri pada 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H). Tanggal itu mengacu pada pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang pertama, di Jakarta. Pengakuan hukumnya sendiri baru dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda pada 11 Agustus 1915.

Tokoh sentral pendirian Al-Irsyad adalah al-‘Alamah Syeikh Ahmad Surkati, seorang ulama besar Mekkah yang berasal dari Sudan. Nama lengkap beliau adalah SYEIKH AHMAD BIN MUHAMMAD AS-SURKATI AL-ANSHARI. Silsilah keluarga beliau sampai ke Jabir bin Abdullah al-Anshari, salah satu sahabat terkemuka Rasulullah saw. dari kabilah Anshar yang banyak meriwayatkan hadits Nabi saw. Beliau adalah pembawa paham reformisme Islam di Indonesia, yang kemudian dikembangkan pula oleh KH Ahmad Dahlan yang mendirikan Muhammadiyah dan KH Zamzam yang mendirikan Persatuan Islam (Persis) bersama tokoh pentingnya, A. Hassan.

Al-Irsyad adalah organisasi Islam nasional. Syarat keanggotaannya, seperti tercantum dalam Anggaran Dasar Al-Irsyad adalah: “Warga negara Republik Indonesia yang beragama Islam yang sudah dewasa.” Jadi tidak benar anggapan bahwa Al-Irsyad merupakan organisasi warga keturunan Arab.*

HUMAS PIMPINAN PUSAT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH

Cp: Mansyur Alkatiri (0813 1594 2235)

Menteri Sosial Resmikan Islamic Center Al-Irsyad di Cipanas

Menag resmikan IC Cipanas, 7 Mei 2013

Menteri Sosial Dr. Salim Segaf al-Jufri hari ini (Senin, 6 Mei 2013) meresmikan “Islamic Center Syuhada Kuwait Al-Irsyad Al-Islamiyyah” yang terletak di Cipanas, Kabupaten Cianjur (Jawa Barat). Bangunan Islamic Center yang berdiri di atas tanah seluas sekitar dua hektar milik Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah ini merupakan bantuan dari Kuwait, yang dimaksudkan sebagai penghormatan atas para syuhada yang gugur selama agresi dan pendudukan Irak ke negeri Teluk itu di tahun 1990.

Saat meresmikan Islamic Center itu, Menteri Sosial berharap agar Islamic Center ini dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat Muslim Indonesia, khususnya yang berada di Cipanas dan sekitarnya. “Semoga Islamic Center ini dapat member manfaat besar terhadap kaum muslimin di negeri ini, khususnya di Cipanas dan Jawa Barat,” katanya.

Menteri Sosial juga menyoroti bahwa bantuan untuk Islamic Center Al-Irsyad di Cipanas ini hanyalah salah satu dari banyak bantuan yang telah diberikan pemerintah dan masyarakat Kuwait kepada Indonesia. Banyak bantuan lain berupa gedung-gedung pendidikan, rumah yatim piatu dan lainnya di seluruh Indonesia.

Sementara itu, ketua umum Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah H. ABDULLAH DJAIDI mengucapkan terima kasih banyak atas kerjasama dan bantuan dari Kuwait ini, dan berharap kerjasama ini akan terus berlangsung di masa depan. Abdullah juga menjelaskan bahwa organisasi Al-Irsyad Al-Islamiyyah adalah organisasi Islam independen yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan sosial, yang berakidah Ahlussunah sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, yang bersih dari hal-hal yang bersifat bid’ah dan khurafat.

Abdullah Djaidi juga menjelaskan bahwa hubungan kesejarahan Al-Irsyad dengan Kuwait sudah berlangsung lama melalui persahabatan antara Syekh Ahmad Surkati, pendiri Al-Irsyad, dengan Syekh Abdul Aziz ar-Rasyid, seorang ulama dan pendidik asal Kuwait yang dating ke Indonesia atas dorongan Syekh Ahmad Surkti pada pada 1930. Kedatangan syekh yang membawa pemikiran pembaharuan Muhammad Abduh dan anti kolonialisme di saat bangsa Indonesia tengah bergolak melawan penjajahan Belanda ini, ternyata banyak berperan dalam menyadarkan semangat anti kolonialisme Belanda di kalangan warga Al-Irsyad dan bangsa Indonesia secara umum, melalui tulisan-tulisan di majalah milik Al-Irsyad Surabaya dan Bogor, serta kelompok-kelompok diskusi khusus. Kelompok diskusi di Surabaya malah sampai ditutup oleh Belanda. Syekh Abdul Aziz ini bahkan menikah dengan seorang gadis Cipanas, tempat yang menjadi lokasi Islamic Center ini.

Sedangkan menurut duta besar Kuwait Dr. Nasser Bareh al-Enezi, hubungan politik Indonesia-Kuwait secara resmi sudah berlangsung selama lima puluh tahun. Tapi sebetulnya, secara non-formal hubungan antara kedua masyarakat sudah berlangsung jauh lebih lama. Ia membenarkan informasi yang diungkapkan oleh ketua umum Al-Irsyad tentang Syekh Abdul Aziz ar-Rasyid, dan menyatakan itu sebagai salah satu bukti hubungan antar masyarakat kedua negara yang sudah terjalin lama.

Di kesempatan yang sama, Dr. Ahmad, ketua Maktab Syuhada Kuwait, menyatakan bahwa bantuan berupa Islamic Center ini merupakan pembuktian penghormatan besar pemerintah dan masyarakat Kuwait  terhadap para syuhada Kuwait yang gugur selama pendudukan Irak di tahun 1990. Penghormatan ini diwujudkan dalam bentuk amal-amal kemanusian, terutama bantuan pendirian fasilitas-fasilitan pendidikan, kesehatan, sosial dan dakwah di negeri-negeri lain yang membutuhkan. Selain di Indonesia, mereka juga membangun fasilitas sosial pendidikan di Filipina, Libanon, Nigeria, Mesir dan lainnya.

Khusus untuk Indonesia, pembangunan Islamic center ini yang terdiri dari masjid, lokal-lokal kelas belajar, Asrama siswa, sekolah tahfizul Qur’an dan lainnya, juga untuk makin mempererat persahabatan antara Kuwait dan Indonesia. “Ini membuktikan perhatian kami yang besar kepada kebutuhan umat Islam Indonesia,” katanya.

Islamic Center Al-Irsyad Al-Islamiyyah ini berdiri di atas tanah seluas dua hektar milik Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Bangunan yang telah berdiri saat ini berupa masjid jami’, 12 lokal kelas,  12 lokal asrama dan 2 rumah untuk guru khusus, yang akan digunakan sebagai lembaga pendidikan formal Al-Irsyad dan untuk kegiatan-kegiatan training dan perkaderan di lingkungan organisasi dan pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah.  Luas bangunan ini mencapai 25% dari seluruh luas tanah yang ada.*

Al-Irsyad Tidak Haramkan Pemilu dan Kafirkan Anggota DPR

PRESS RELEASE PIMPINAN PUSAT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH
ATAS PEMBERITAAN DI TELEVISI TENTANG FATWA PEMILU HARAM DAN ANGGOTA DPR KAFIR OLEH “PERHIMPUNAN AL-IRSYAD”

Sehubungan dengan pemberitaan di Trans7 dalam laporan Khas Redaksi yang ditayangkan pada tanggal 4 Oktober 2009, mengenai haramnya hukum Pemilu dan kafirnya anggota DPR yang difatwakan dengan pemahaman agama yang sempit dan ekstrem oleh mereka yang menamakan dirinya sebagai “Perhimpunan Al-Irsyad”, maka dengan ini Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah memberikan penjelasan sebagai berikut :

1. Bahwa kelompok yang menamakan dirinya sebagai “Perhimpunan Al-Irsyad” adalah sebuah organisasi yang didirikan pada Maret 2007 dan tidak mempunyai hubungan baik historis maupun yuridis dengan Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang telah berdiri sejak tahun 1914.

Perhimpunan Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang memiliki sarana sekolah, mesjid, rumah sakit, pondok pesantren yang tersebar di 23 wilayah dan 132 cabang di seluruh Indonesia tidak bertanggung jawab atas aktivitas dan pernyataan dan tindakan apapun juga yang dilakukan oleh mereka yang menamakan diri sebagai “Perhimpunan Al-Irsyad”.

2.  Keberadaan “Perhimpunan Al-Irsyad” tersebut sangat merugikan nama baik dan citra Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang telah berdiri sejak tahun 1914. Karenanya kami telah mengupayakan langkah hukum sesuai undang-undang yang berlaku di negara Republik Indonesia atas penggunaan nama dan logo yang mempunyai kesamaan pada pokoknya dengan logo dan nama milik Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah, dan kini aparat Kepolisian sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap “Perhimpunan Al-Irsyad” tersebut.

3.    Kepada seluruh masyarakat, Aparatur Pemerintahan, ormas-ormas Islam, Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang di seluruh Indonesia agar menjadi maklum adanya.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Semoga Allah SWT senantiasa memelihara dan menjauhkan kita dari segala fitnah dan bencana.

Nasrun Minallahi Wa Fathun Qorieb.

PIMPINAN PUSAT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH

Ketua Umum,                         Sekretaris Jenderal,

ttd                                                         ttd

H. ABDULLAH DJAIDI       Dr. MOHAMMAD NOER

NIA: 1010120022                      NIA: 1010420028

Seruan PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah Menanggapi Bencana Gempa Bumi di Padang

PRESS REALESE
PIMPINAN PUSAT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH

Dengan terjadinya gempa bumi yang melanda Padang baru-baru ini, maka dengan ini PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah mengeluarkan seruannya sebagai berikut :

1. Bahwa gempa bumi yang melanda saudara-saudara kita di Padang Sumatera Barat merupakan musibah dan cobaan kita semua.

2. Kepada saudara-saudara kita yang tertimpa tersebut, semoga mendapatkan ketabahan, kesabaran dan bertawakal kepada Allah SWT. bagi mereka yang terluka, semoga Allah SWT memberikan kesembuhan. Dan bagi mereka yang wafat akibat gempa tersebut dengan tertimpa bangunan merupakan Syahid.

3. Dan kami menyerukan kepada segenap kaum muslimin agar senantiasa banyak beristigfar (mohon ampun) kepada Allah SWT dan banyak bersedekah khususnya dalam rangka membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.

4.  Kepada kaum muslimin diharapkan selepas shalat Jum’at besok dapat melaksanakan Shalat Ghoib untuk saudara-saudara yang wafat akibat gempa bumi di Padang Sumatera Barat tersebut.

5.  Kami berterima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia yang langsung tanggap untuk segera membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Padang Sumatera Barat.

6. Kepada para Ulama agar berperan aktif mengembalikan semangat dan minat masyarakat dengan dakwah yang menentramkan hati mereka dan mewujudkan amar ma’ruf dan nahi munkar dalam kehidupan masyarakat.

7.  Semoga Allah SWT akan selalu melindungi kita dari segenap musibah dan bencana.

Demikian seruan dan himbauan Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Semoga bermanfaat bagi kepentingan umat bangsa Indonesia.

Jakarta,  12 Syawwal 1430 H.
01 Oktober 2009 H.

PIMPINAN PUSAT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH

 Ketua Umum,                    Sekretaris Jenderal

 KH. Abdullah Djaidi        Dr. Mohammad Noer