Pemuda Al-Irsyad Dukung Penuh Kemerdekaan Kosovo

Al-Irsyad Online: Pengurus Besar (PB) Pemuda Al-Irsyad menyambut baik deklarasi kemerdekaan Republik Kosovo oleh parlemen Kosovo, pada Minggu 17 Februari 2008. Dengan deklarasi kemerdekaan yang diakui oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat ini, diharapkan bisa menyelesaikan masalah akut di wilayah Balkan ini, yang telah memakan korban puluhan ribu warga etnis Albania di Kosovo.

Dalam siaran persnya yang dikeluarkan pada hari Senin (18/9) itu, Pemuda Al-Irsyad meminta pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengakui kedaulatan negara baru tersebut. “Pemerintah hendaknya jangan ragu-ragu mengakui kemerdekaan tersebut, bila tidak ingin dianggap sebagai ‘membela’ kepentingan negara penindas Serbia,” kata Geisz Chalifah, ketua umum PB Pemuda Al-Irsyad.

Sebagaimana diketahui, tekad rakyat Kosovo untuk merdeka kian memuncak setelah Presiden Yugoslavia (saat itu, sebelum pecah) Slobodan Milosevic melancarkan program Serbianisasi, yang menjadikan warga etnis Albania yang mayoritas di Kosovo menderita berat. Milosevic bahkan akhirnya dengan brutal melancarkan serbuan ke Kosovo dan melakukan pembersihan etnis (ethnic cleansing) di Kosovo pada 1998-1999, yang memakan korban puluhan ribu warga keturunan Albania. Kejahatan besar itu baru berakhir setelah pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyerbu dan menghancurkan sasaran militer Serbia.

Republik Kosovo dihuni oleh 2,2 juta jiwa penduduk, yang 90 persennya adalah warga etnis Albania. Mayoritas warga Albania beragama Islam. Saat ini Kosovo dipimpin oleh Presiden Fatmir Sejdiu, dan Perdana Menteri Hashim Thaci.

Menurut sekretaris umum PB Pemuda Al-Irsyad, Mansyur Alkatiri, pernyataan dukungan penuh kepada kemerdekaan Kosovo itu didorong oleh rasa kemanusian dan ukhuwah Islamiyah. Ini juga merupakan wujud kepedulian Pemuda Al-Irsyad terhadap bangsa-bangsa yang terus ditindas oleh bangsa lain. Untuk itu pula, ia mengharapkan agar seluruh kaum muslimin di dunia juga menyambut baik kelahiran negara mayoritas muslim ketiga di Eropa itu, setelah Albania dan Bosnia-Herzegovona.

“Kami berharap langkah kami ini diikuti oleh kawan-kawan organisasi Islam lainnya, sekaligus sebagai tekanan kepada pemerintah agar tidak ragu mengakui kemerdekaan Republik Kosovo,” kata Mansyur. Pemuda Al-Irsyad juga berharap pemerintah RI bias membantu pembukaan perwakilan Kosovo di Jakarta.*

Pemuda Al-Irsyad Minta Pemerintah Dukung Kemerdekaan Kosovo

Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad meminta pemerintah Indonesia memberi dukungan diplomatik penuh bagi kemerdekaan Kosovo dari penjajahan negara Serbia, antara lain dengan memberi suara setuju pada kemerdekaan Kosovo itu di Dewan Keamanan PBB.

Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad meminta pemerintah Indonesia memberi dukungan diplomatik penuh bagi kemerdekaan Kosovo dari penjajahan negara Serbia, antara lain dengan memberi suara setuju pada kemerdekaan Kosovo itu di Dewan Keamanan PBB.

Pemuda Al-Irsyad juga mengharapkan kesadaran rakyat Indonesia, khususnya kaum muslimin, agar mereka menyuarakan dukungan politik yang kuat bagi upaya-upaya kemerdekaan Kosovo dari belenggu tirani Serbia. Tekanan dari umat Islam diharapkan bisa menghapus sikap ragu-ragu pemerintah RI mendukung kemerdekaan Kosovo di forum resmi internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB.

PB Pemuda Al-Irsyad juga menyesalkan sikap pemerintah Republik Indonesia, khususnya Departemen Luar Negeri, yang enggan memberikan dukungan itu dengan alasan ‘sensitif’. “Sikap itu bertentangan sekali dengan pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan,” kata Mansyur Alkatiri, sekretaris umum PB Pemuda Al-Irsyad pada Alirsyad Online (www.alirsyad.org).

Menurut Mansyur, apa yang terjadi di Kosovo sebetulnya adalah penjajahan, sebab rakyat Kosovo yang 90 persen penduduknya adalah etnis Muslim Albania tidak pernah setuju negaranya dimasukkan dalam negara Serbia. Apalagi negara Serbia terbukti merupakan negara fasis yang tega melakukan pembersihan etnis (ethnic cleansing) terhadap warga Muslim Albania beberapa tahun lalu, dan sebelumnya di Bosnia.

“Wilayah Kosovo dicaplok secara sepihak oleh orang-orang Serbia dulu. Dan kemudian mereka diperlakukan sebagai warga kelas dua oleh Beograd, dengan politik diskriminasi rasial, apalagi setelah Slobodan Milosevic

berkuasa di sana,” kata Mansyur. “Selain itu, secara ekonomi Kosovo juga dimiskinkan.”

Seperti diketahui, misi PBB di Kosovo yang diketuai oleh mantan presiden Finlandia, Martti Ahtisaari, menyatakan bahwa, “kemerdekaan Kosovo merupakan satu-satunya solusi bagi pemecahan konflik lama di wilayah itu.” Solusi merdeka ini juga didukung oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, tapi ditentang keras oleh Rusia yang memiliki hak veto di PBB. Sedang Indonesia tetap bersikap “ragu-ragu.”

Pemerintah Kosovo sendiri yang saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Agim Ceku, mengancam akan menyatakan kemerdekaan Kosovo secara sepihak pada 28 November mendatang, bila DK PBB masih tidak menemukan kata sepakat.*

Pernyataan Sikap PB Pemuda Al-Irsyad tentang Sanksi PBB terhadap Iran

Pengurus Besar (PB) Pemuda Al-Irsyad memprotes keras sikap pemerintah Republik Indonesia, yang menyetujui pemberian sanksi tidak adil oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Republik Islam Iran, dalam kaitan program nuklir negara itu. Wakil RI di Dewan Keamanan PBB telah memberi suara setuju dalam voting Resolusi DK PBB No. 1747 yang menjatuhan sanksi kepada Iran pada Sabtu, 24 Maret 2007 di New York.

Dengan menyetujui pemberian sanksi terhadap Iran itu, nampak jelas bahwa pemerintah RI telah tunduk pada kekuatan adidaya Amerika Serikat yang selama ini bersikap sangat keras menentang proyek nuklir Iran, dan sebaliknya tutup mata terhadap kepemilikan senjata nuklir oleh Negara Teroris Zionis Israel.

Sikap setuju terhadap sanksi atas Iran itu telah mencederai solidaritas dan semangat kerjasama antar negara Islam dan negara-negara berkembang (Non-Blok). Apalagi keputusan penjatuhan sanksi itu hanya mengikat Iran, dan sama sekali tidak menyentuh Israel yang sudah punya ratusan hulu ledak nuklir.

Pemerintah RI dan Dunia mestinya menghargai dan tidak punya hak menolak proyek nuklir bagi kepentingan energi di Iran dan negara berkembang lain, apalagi di saat yang sama negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Perancis, Rusia, dan lainnya nyata-nyata mengembangkan tenaga nuklir, bukan hanya untuk kepentingan energi tapi juga kepentingan militer mereka.

Jakarta, 07 Rabi’ul Awwal 1428 H

26 Maret 2007 M

PENGURUS BESAR PEMUDA AL-IRSYAD

Geis Chalifah                  Mansyur Alkatiri

(Ketua Umum)               (Sekretaris Umum)

Pernyataan sikap ini dikirimkan ke:

1. Menteri Luar Negeri RI
2. Perwakilan RI di PBB dan DK PBB
3. Komisi I DPR RI
4. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda
5. Media Massa

 

*************************

Pemuda Al-Irsyad Bentuk Posko Banjir Jakarta

Jakarta kembali tenggelam dalam banjir. Bahkan lebih dahsyat dibanding banjir 2002. Dan seperti biasa, aparat pemerintah daerah DKI Jakarta tak banyak berbuat untuk mencegah meluasnya banjir, dan membantu para korban yang harus banyak kehilangan harta benda, bahkan nyawa anggota keluarga mereka. Mereka sepertinya tidak pernah mau belajar dari pengalaman banjirsebelumnya.

Tanpa menunggu aksi negara yang tak kunjung nampak itu, Pengurus Besar (PB) Pemuda Al-Irsyad segera membentuk Posko Bantuan Banjir guna membantu warga korban bencana rutin ini di beberapa kawasan di Jakarta. Ketua PB Pemuda Al-Irsyad, Geis Chalifah, terjun langsung mengkoordinir kegiatan anak-buahnya, bekerjasama dengan Forsima Khatulistiwa dan Yayasan Rahmatan lil Alamin (YRA).

PB Pemuda Al-Irsyad menunjuk Zaid Talib Al-Haddadi (Ketua I) sebagai ketua Posko Banjir Pemuda Al-Irsyad, dan Lutfi Baktir (Ketua III) sebagai kepala operasi Posko.

POSKO KESEHATAN Pemuda Al-Irsyad secara resmi sudah menggelar pengobatan massal secara gratis di tiga wilayah, yaitu di Prumpung dan Cipinang (Jakarta Timur), serta Jumat (9/2) di kawasan Pesing (Tangerang). Ketiga wilayah itu belum tersentuh oleh lembaga bantuan lainnya, apalagi aparat pemerintah. Dalam operasional pengobatan gratis ini Posko Pemuda Al-Irsyad bekerjasama dengan Forsima Khatulistiwa dan Fakultas Kedokteran & Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Di kawasan Prumpung (7/2), tidak kurang 153 pasien ditangani oleh 4 dokter (3 dari UMJ dan 1 dari Khatulistiwa). Sedang di Cipinang Muara (Kamis, 8/2), ditangani 121 pasien. Tim medis dari FKK UMJ mengirim 8 personel (terdiri dari 4 dokter plus 4 tenaga bantu), dibantu dr. Elly Ferial Kuddah plus 3 tenaga bantu dari Khatulistiwa.

Jumat (9/2) POSKO bergerak ke kawasan Pesing (sekitar Jl. Daan Mogot – Tangerang) yang sangat parah dihantam banjir. Targetnya sebanyak 200 pasien karena samapai saat ini belum ada pihak/lembaga yang memberikan pelayanan kesehatan disana.

POSKO BANJIR Pemuda Al-Irsyad sangat terbantu oleh bantuan dana dari para irsyadiin, khususnya yang dikoordinir Majelis Sosial dan Ekonomi PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, dan Lembaga Paguyuban Al-Khairiyah. Juga donatur perorangan, baik warga Al-Irsyad di Indonesia sampai yang tinggal di Amsterdam (Belanda). Kami juga memperoleh bantuan dana dari Badan Dakwah Islam PT Medco Energi E & P, dan Koperasi Nusantara (karyawan Medco).

Setelah penanganan bantuan ‘tanggap darurat’ banjir ini yang kemungkinan akan berakhir Minggu (11/2), POSKO BANJIR Pemuda Al-Irsyad bersama Majelis Sosial Ekonomi PP Al-Irsyad (yang diketuai Bp. Sulaiman Ganis), akan mengubah penanganan bantuan menjadi ‘Program Bantuan Pasca Banjir.’ Dalam periode Pasca Banjir ini, akan diberikan bantuan kepada para warga korban banjir yang tidak mampu, berupa kasur, kompor, buku-buku dan alat keperluan sekolah, seragam sekolah, dan lainnya.

Jadi, bantuan dari para donatur tetap ditunggu.

Salurkan bantuan dana Anda ke No. rek. 4501184611, BCA Cabang Bidakara (atas nama: Zaid Thalib).

(Setelah transfer harap konfirmasi via SMS ke: 0815-8886274)

Untuk bantuan berupa barang, silakan dikirim ke sekretariat PP Al- Irsyad Al-Islamiyyah, Jl. Kalibata Utara II No. 84, Jakarta Selatan.

Bantuan barang yang direkomendasikan:
1. Susu-makanan bayi
2. Susu untuk anak-anak
3. Pakaian dalam wanita (baru)
4. Kasur (juga bantal)
5. Pakaian luar pantas pakai
6. dll.

(MA)