Muscab Al-Irsyad Malang: Menggerakkan Kembali Roda Organisasi

Para Fungsionaris Baru PC Al-Irsyad Malang dan Pengurus PW Al-Irsyad Jawa Timur

 

Kurang dari satu bulan setelah Musyawarah Wilayah Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jawa Timur dilaksanakan, Irsyadiyyin di kota Malang menyelenggarakan Musyawarah Cabang pada 30 Juni 2013.

Bertempat di gedung sekretariat PC Al-Irsyad Malang, di jalan Syarif Alqadri, Muscab dilaksanakan sebagai bentuk komitmen para anggota dan caretaker PC Al-Irsyad Malang untuk segera memilih ketua dan menyusun kepengurusan cabang yang telah lama terbengkalai.

Pada waktu caretaker PW Jatim berkunjung ke Malang (5 Mei 2013) diperoleh kesepakatan dengan caretaker PC Malang untuk segera menyelenggarakan Musyawarah Cabang. Kesepakatan ini merupakan bagian dari “peta jalan” bagi organisasi -baik cabang maupun wilayah- untuk menghidupkan dan menggerakkan kembali perjuangan dakwah Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Jawa Timur. Dan kesepakatan ini ternyata dibuktikan dengan sangat baik oleh teman-teman Irsyadiyyin di Malang.

Pertama kali mereka melaksanakan proses pendaftaran dan mobilisasi keanggotaan. Dengan jumlah anggota terdaftar (dan sudah memiliki NIA) sekitar 80 orang, aktifis PC Malang melangkah dan menyelenggarakan Musyawarah Cabang.

Proses musyawarah berjalan dengan lancar. Ada dua orang yang diajukan sebagai calon ketua, yaitu:  YAHYA ALAMUDI (memperoleh 24 suara) dan MUCHSIN ZAKI BAHANAN (memperoleh 15 suara). Kedua calon itu menyatakan kesediaannya untuk memimpin organisasi, dan disepakati keduanya menjadi ketua dan wakil ketua.

Walaupun proses dan acara Muscab PC Malang in berjalan sederhana dan cepat, namun satu hal yang perlu dicatat: Irsyadiyyin Kota Malang menampilkan harapan dan masa depan yang lebih baik.

Dalam sambutannya, ketua PW Al-Irsyad Jawa Timur Abdurrachman Bazargan menyatakan bahwa basis organisasi itu adalah anggota dan keanggotaan. “Tanpa anggota dan keanggotaan maka organisasi akan mati, hilang tak berbekas,” katanya.

Abdurrahman menekankan pentingnya untuk mengelola dan meningkatkan jumlah dan kualitas anggota dan keanggotaan. Sebab, hanya anggota lah yang memiliki hak dan kewajiban terhadap organisasi, termasuk hak untuk memilih dan dipilih. Mereka punya kewajiban untuk memperjuangkan mabda’ organisasi melalui program-program kerjanya, serta kewajiban mempertahankan warna dan identitas ideologi organisasi secara konsekuen.

“Anggota adalah kader pelopor yang memelihara dan menyelamatkan organisasi Al-Irsyad Al-Islamiyyah,” tegasnya.

Qum Ilal Amaam, ilal Huda ya Banil Irsyad!

Laporan: Hasan Bahanan (Surabaya, PW Jatim)

MUCAB VII Al-Irsyad Bandung, Husein Attamimi Terpilih Kembali

Husein Abud Attamimi

Husein Abud Attamimi

Musyawarah Cabang VII Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 24 Januari 2013 di Bandung. Selain membahas laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti sebelumnya, Muscab  juga kembali memberikan amanah kepada Ir. Hussein Abud Attamimi sebagai Ketua Pimpinan Cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung masa bakti 2013-2018. Selain itu, Muscab juga menghasilkan beberapa rekomendasi baik internal maupun eksternal.

Rekomendasi Internal yaitu :

1.    Saat ini Jum’iyyah Al-Irsyad Al-Islamiyyah telah berusia satu abad; sebuah rentang usia yang sudah cukup panjang. Meskipun demikian, jika dibandingkan ormas-ormas Islam pembaharu yang lain, harus diakui kiprah Al-Irsyad masih tertinggal jauh  di belakang. Sehubungan  kenyataan tersebut,  dimohon  kepada seluruh jajaran pengurus PP masa bakti 2012-2017 di bawah kepemimpinan Al-Ustadz Abdullah Al-Jaidi, untuk  menjadikan momentum usia satu abad Al-Irsyad  ini sebagai “Gerakan era baru kebangkitan Al-Irsyad Al-Islamiyyah dalam melakukan pengabdian kepada negara, bangsa dan masyarakat”, dengan aktif memberikan kontribusi  nyata dalam bidang Pendidikan, Dakwah, dan Sosial Ekonomi.

2.    Mulai tahun ajaran baru yang akan datang pihak Depdikbud  sudah akan memulai memberlakukan Kurikulum 2013. Dalam rangka menyamakan persepsi dan langkah  menghadapi kebijakan baru tersebut, kami mendesak Majelis Pendidikan dan Pengajaran PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah untuk sesegera mungkin menyelenggarakan Musyawarah Nasional Pendidikan dengan misi “Implementasi Kurikulum Berbasis Pendidikan Akhlak”

3.    Menyikapi kebijakan PP Al-Irsyad Alislamiyyah terkait dengan adanya kebijakan otonomisasi Lajnah Wanita dan Putri. Muscab ke VII Al-Irsyad Al-Islamiyah Kota Bandung, menyarankan sebaiknya hal itu diterapkan secara fleksibel, kondisional dan opsional (bersifat pilihan).

4.    Saat ini di seputar Bandung Raya khususnya dan Jawa Barat serta DKI umumnya, tengah dilanda musibah, seperti banjir dan tanah longsor. Sehubungan hal itu, kepada warga Irsyadiyyin Kota Bandung  dihimbau untuk senantiasa menjalin solidaritas dan kesetiakawanan sosial dengan turut membantu meringankan penderitaan  saudara-saudara kita yang saat ini tengah dilanda musibah  tersebut.

5.    Mengajak kepada  seluruh warga Irsyadiyyin Kota Bandung untuk menggunakan hak pilihnya dalam  perhelatan Pilkada (Pemilihan Walikota Bandung dan Gubernur Jawa Barat) dan memilih Cawalkot dan Cagub  yang jelas keberpihakannya kepada ummat Islam dan jelas komitmennya dalam menegakkan amar ma’ruf nahyi mungkar.

Sedangkan rekomendasi eksternal Muscab VII Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung yakni:

1.    Meminta Pemerintah, baik pusat maupun daerah bersikap dan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang jelas-jelas telah  menyebarkan ajaran-ajaran sesat, khurafat dan tahayul serta menyuburkan gerakan pornografi dan pornoaksi, baik lewat tayangan film, sinetron, internet, handphone serta media cetak dan elektonik lainnya.

2.    Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian dan merupakan rahmatan lil’alamin. Oleh karena itu kami mengutuk aksi-aksi teror  yang dilakukan oleh segelintir orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan mengatasnamakan umat Islam, seraya mendesak pemerintah dan Polri untuk bekerja secara profesional dan tidak melakukan generalisasi, stigmatisasi, serta politisasi terhadap aksi-aksi teror tersebut untuk menyudutkan umat Islam.

Dari: Panitia Mucab VII Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung

Fauzi Thalib terpilih sebagai Ketua PC Bogor yang baru

Fauzi Thalib terpilih sebagai ketua cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bogor periode 2012-2017 dalam Musyawarah Cabang ke-19 Al-Irsyad Bogor, yang berlangsung di depan Masjid At-Taqwa, Pekojan, Bogor, pada 2 Juni kemarin.

Mucab ini dibuka secara resmi oleh ketua Pimpinan Wilayah Al-Irsyad Jawa Barat, Hamid Balfas. Selain PW Jawa Barat, tampak hadir pula ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bogor, wakil dari Partai Keadilan dan Kesejahteraan (PKS), ketua Rabithah al-Alawiyah  Abdullah al-Attas, dan tamu-tamu undangan lainnya.

Fauzi Thalib mendapat suara tertinggi (84 suara), unggul dari dua calon utama lainnya, masing-masing Jamal Sungkar (58 suara) dan Jamal Balfas (54 suara).  Para anggota lalu memutuskan secara aklamasi untuk menetapkan Sdr. Fauzi Thalib sebagai ketua PC Bogor yang baru, tanpa melalui putaran kedua

Sebelum acara pemilihan, Mucab di awali dengan pembacaan tata tertib musyawarah dan laporan pertanggung jawaban oleh Ketua PC yang lama, H. Umar Ahmad Batarfie, dilanjutkan dengan tanya jawab oleh hadirin yang ada.

Dalam sambutannya setelah terpilih untuk mengemban amanah sebagai ketua PC Bogor yang baru, Fauzi Thalib meminta dukungan seluruh warga Al-Irsyad di Kota Bogor agar Al-Irsyad Bogor dapat berjaya seperti cabang yang lain.

Sumber: http://www.al-irsyadbogor.or.id

Ir. Husein Attamimi Ketua Baru Al-Irsyad Kota Bandung

Husein Abud Attamimi

Husein Abud Attamimi

Musyawarah Cabang ke-6 Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung yang berlangsung Ahad (2/12/2007) secara aklamasi telah memilih Ir. Husein Abud Attamimi sebagai ketua umum yang baru, untuk masa jabatan 2007-2012, pada Ahad, 2 Desember 2007. Ia menggantikan Drs.Hamid Balfas.

Dalam Mucab yang dipusatkan di Gedung Al-Irsyad Jln.Cikutra No. 205 A Bandung tersebut  selain memilih ketua baru dan mengesahkan Garis-garis Besar Program Kerja untuk dijalankan oleh pengurus untuk masa lima tahun mendatang juga telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi, baik internal maupun eksternal.

Selengkapnya  Rekomendasi Muscab tersebut sebagai berikut:

Rekomendasi internal antara lain mendesak PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah hasil Muktamar ke-38 di bawah kepemimpinan K.H.Abdullah Al-Jaidi untuk mengambil langkah-langkah kongkret dalam pengambilalihan sekretariat  PP Al-Irsyad di |Jln Kramat Raya No.25 Jakarta dan seluruh aset Al-Irsyad Al-Islamiyyah dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Kemudian mendesak Majelis Pemuda PP Al-Irsyad untuk segera melaksanakan  kongres Pemuda Al-Irsyad  sebagai  upaya  otonomi  sebagaimana dikehendaki dahulu oleh muktamirin. Terakhir, mendesak Majelis Pendidikan dan Pengajaran PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah menyelenggarakan Musyawarah Nasional Pendidikan untuk membuat Kurikulum Nasional Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang dievaluasi secara berkala minimal setiap 5 (lima) tahun sekali dan menerbitkan buku ajar (Pendidikan Agama dan Bahasa Arab) yang sesuai dengan kurikulum.

Sedangkan rekomendasi eksternal antara lain sebagai berikut. Pertama, meminta pemerintah, baik pusat maupun daerah bersikap dan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang jelas-jelas telah menyebarkan ajaran-ajaran sesat, khurafat dan tahayul serta menyuburkan gerakan pornografi dan pornoaksi, baik lewat tayangan film, sinetron, internet, handphone serta media cetak dan elektonik lainnya. Caranya yaitu dengan membubarkan dan menutup  kegiatan mereka, serta sesegera mungkin mengesahkan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang hingga kini  pembahasanya  masih terkatung-katung di DPR.

Kedua, mendesak, baik pemerintah dan DPR, baik tingkat kota, provinsi, serta pusat untuk segera merealisasikan anggaran pendidikan sebesar  20%  dalam APBN/APBD masing-masing, sebagai wujud kepatuhan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen. Ketiga, mengajak kepada  seluruh Ormas Islam, baik di tingkat kota Bandung maupun tingkat Jawa Barat untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam menghadapi momentum Pilkada (Pemilihan Walikota Bandung dan Gubernur Jawa Barat) pada tahun 2008, dalam rangka memilih pemimpin (umara) yang jelas keberpihakanya kepada ummat Islam dan jelas komitmennya dalam menegakkan amar ma’ruf nahyi mungkar.

Karena pada pelaksanaan Musyawarah Cabang Ketua Terpilih Husein A. Attamimi tidak bisa hadir karena sedang melaksanakan tugas di luar pulau (Natuna), maka sambutan yang bersangkutan setelah terpilih dilakukan secara teleconference yang diperdengarkan kepada seluruh peserta Musyawarah Cabang. Hal ini tampaknya merupakan sesuatu yang baru dilakukan di Perhimpunan Al-Irsyad. Memang, di era yang serba canggih sekarang ini, dengan bantuan teknologi jarak seharusnya tidak menjadi kendala.*

Laporan: Panitia Musyawarah Cabang ke-6 Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung

Saleh Bafadal SH, Ketua PC Al-Irsyad Kota Cirebon yang Baru

Saleh Bafadal

Saleh Bafadal, SH

Alirsyad Online: Saleh Bafadal, SH, terpilih sebagai ketua Pimpinan Cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon yang baru, menggantikan Hamid Abud Attamimi, yang sudah dua periode menjabat ketua sebelumnya.

Saleh yang adalah ketua panitia pengarah Mucab, terpilih dalam Musyawarah Cabang (Mucab) Al-Irsyad Cirebon, yang diadakan pada Ahad, 19 Agustus 2007, bertepatan dengan 6 Sya’ban 1428. Ia langsung terpilih secara aklamasi karena di tahap pencalonan  sudah mendapat suara dari 90% anggota, sedang calon lain tak ada yang mampu menembus batas minimal suara untuk dicalonan sebagai ketua.

Musyawarah Cabang yang mengusung tema “Bangkit Meraih Harapan, Kerja Menuntaskan Program“ ini dipersiapkan cukup lama oleh PC Cirebon. PC membentuk Panitia Pengarah di bawah Koordinasi Saleh Bafadal, SH dan Panitia Penyelenggara yang diketuai oleh Fuad Anuz, S.Pd. Undangan telah disebar sejak awal bulan Agustus.

Untuk mempermudah anggota memperoleh informasi tentang Mucab, Panitia Pengarah menyediakan dua nomor telepon seluler khusus yang bisa dihubungi oleh anggota. Akses ini sekaligus juga digunakan oleh anggota untuk menyampaikan izin jika berhalangan untuk hadir. Respons anggota terhadap Mucab ini cukup baik, tidak saja yang berada di Cirebon, juga yang kebetulan berada di luar kota bahkan yang berada di luar negeri pun mengontak Panitia, untuk sekedar menyatakan dukungan dan permohonan maaf karena tidak bisa hadir.

Sesuai jadwal, Mucab dibuka pukul 08.30 WIB. Setelah acara Pembukaan yang juga dihadiri oleh utusan PC Sindang Laut, PC Ciledug dan PC Haur Geulis, maka langsung memasuki Musyawarah Paripurna I yang dipimpin oleh Ketua PC Cirebon, Hamid Abud Attamimi, dan memenuhi Quorum karena dihadiri oleh hampir 60% dari total anggota yang diundang.

Rapat Paripurna menerima baik laporan pertanggung-jawaban PC Al-Irsyad Cirebon yang disampaikan oleh ketuanya, Hamid Abud. Setelah laporan ini diterima, maka PC Cirebon dinyatakan dalam status demissioner, dan pimpinan sidang kemudian diambil alih oleh Panitia Pengarah Mucab.

Seluruh acara berlangsung lancar, aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan, sehingga sidang-sidang Komisi pun dapat selesai tepat waktu. Setiap Komisi menyampaikan laporannya melalui ketua Komisi masing-masing dalam Musyawarah Paripurna yang dipimpin oleh Ketua Panitia Pengarah Saleh Bafadal,S.

Selesai shalat Dhuhur dan makan siang, maka Mucab memasuki session yang paling ditunggu-tunggu, yaitu Pemilihan Ketua PC Masa Bakti 2007 – 2012. Acara pemilihan dipimpin oleh Ketua Panitia Pemilihan Ali Hasan Banser,S.Pd.I, dan dimulai pada pukul 13.00. Tahap Pencalonan cuma melahirkan satu Calon yang memenuhi syarat minimal untuk dinyatakan sah sebagai Calon, yaitu Saleh Bafadal,SH (didukung oleh hampir 90% dari total anggota yang hadir), sedang calon-calon lain cuma meraih dibawah 20 suara (sarat minimal sah sebagai calon).

Maka, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemilihan Ketua PC yang telah disepakati sebelumnya, karena cuma ada satu calon yang memperoleh dukungan melampaui syarat minimal, maka yang bersangkutan dinyatakan telah terpilih langsung menjadi Ketua PC.

Tepat pukul 13.45, SALEH BAFADAL, SH, yang dalam kesehariannya berprofessi sebagai notaris, dan sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dewan Penyantun Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon, terpilih secara sah sebagai Ketua PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon Masa Bakti 2007 – 2012.

Selamat bekerja

Laporan: Hamid Abud