Jokowi Terima Pengurus Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Istana Bogor

Presiden Joko Widodo pagi ini mengawali hari dengan menerima Pengurus Pusat dan Daerah Al Irsyad Al Islamiyyah. Jokowi menerima ratusan anggota Al Irsyad Al Islamiyyah di Istana Bogor, Kompleks Istana Kepresidenan, Jawa Barat.
Pantauan di lokasi, Kamis (16/11), Jokowi hadir sekitar pukul 09.15 WIB. Kemudian acara diawali dengan pembacaan doa. Setelah itu Ketua Al Irsyad Al Islamiyyah, KH Abdullah Al Jaidi, memberikan sambutan.
 
“Selamat atas pernikahan putri Bapak Presiden, semoga sakinah, mawadah, warrahmah. Organisasi kita ini mengacu kepada kepentingan umat. Organisasi kita didirikan untuk mensejahterakan bangsa, umat,” kata Abdullah Al Jaidi.
 
“Organisasi kita concern untuk mengatasi kebodohan dan kemiskinan. Kita juga punya visi agar umat bisa sejahtera di kemudian hari. Kami sebagai ormas Islam, yang mengacu dengan paham wasotiniah. Dalam hal ini, Islam yang lembut, santun, itulah program dakwah kita di berbagai daerah,” lanjut dia.
Saat ini acara masih berlangsung. Tampak hadir mendampingi Presiden yaitu Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin.
Al-Irsyad Al-Islamiyyah adalah organisasi Islam nasional yang berdiri pada 6 September 1914, bertepatan dengan pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah pertama di Jakarta. Tokoh sentral pendirian Al-Irsyad adalah Al-’Alamah Syeikh Ahmad Surkati Al-Anshori, seorang ulama besar Mekkah yang berasal dari Sudan.
Syarat keanggotaannya, seperti tercantum dalam Anggaran Dasar Al-Irsyad adalah: “Warga negara Republik Indonesia yang beragama Islam yang sudah dewasa.” Jadi tidak benar anggapan bahwa Al-Irsyad merupakan organisasi warga keturunan Arab.

Sumber: kumparan.com

Al-Irsyad Al-Islamiyyah Gelar Muktamar ke-40 di Bogor

Bogor, MINA – Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah menggelar Muktamar ke-40 di Kota Bogor, Jawa Barat selama dua hari, mulai pada Kamis-Jumat, 16-17 November 2017.

Sebelum Muktamar resmi dibuka seluruh peserta Muktamarditerima oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Bogor untuk silaturahim. Selanjutnya Muktamar ini dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin di Hotel Sahira, Bogor, Kamis (16/11), demikian siaran pers yang diterima Mi’raj News Agency (MINA).

Muktamar merupakan institusi tertinggi di organisasi Al-Irsyad yang rutin diselenggarakan setiap lima tahun sekali, begitu juga Musyawarah Besar (Mubes) yang merupakan institusi tertinggi di kedua badan otonom.

Acara Muktamar ini, diikuti oleh 18 pimpinan wilayah dan lebih dari 100 cabang, akan melakukan evaluasi atas hasil kerja periode kepengurusan 2012-2017 dan menentukan program kerja strategis di bidang pendidikan, dakwah, sosial dan ekonomi untuk periode 2017-2022.

Dalam Muktamar tersebut akan diputuskan beberapa rekomendasi yang sifatnya internal Al-Irsyad maupun eksternal (masalah keumatan dan bangsa), serta pemilihan ketua umum baru Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah periode 2017-2022 dan Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah.

Tema yang diusung dalam Muktamar ini yaitu, “Menyongsong Kebangkitan Al-Irsyad sebagai Organisasi Pembaharu dan Moderat”.

Hal ini, sesuai dengan tekad Al-Irsyad Al-Islamiyyah untuk meneguhkan jati diri sebagai pelopor pembaharuan Islam di Indonesia, sesuai dengan ide-ide reformasi Islam yang di bawa oleh pendiri Al-Irsyad, Syekh Ahmad Surkati, yang merupakan pengikut trio reformis dunia, yaitu Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh dan M. Rasyid Ridha.

Al-Irsyad sebagai organisasi moderat, yang jauh dari sikap ekstrem, menjunjung tinggi kesantunan dalam dakwah dan mengedepankan ukhuwah Islamiyah serta dialog konstruktif dengan seluruh elemen bangsa.

Di samping acara Muktamar ini, akan dilangsungkan Mubes dua badan otonom di lingkungan Al-Irsyad, yaitu Mubes ke-11 Pemuda Al-Irsyad dan Mubes ke-8 Wanita Al-Irsyad. Sementara penutupan acara, akan dilakukan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Zulkifli Hasan.

Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah (Jam’iyat al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah) berdiri pada 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H. Pengakuan hukumnya sendiri baru dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda pada 11 Agustus 1915.

Tokoh sentral pendirian Al-Irsyad adalah al-‘Alamah Syeikh Ahmad Surkati (Syeikh Ahmad Bin Muhammad As-Surkati Al-Anshari), seorang ulama besar Mekkah yang berasal dari Sudan.

Sumber: mirajnews.com

Jokowi Terima Pengurus Al-Irsyad Al Islamiyyah di Istana Bogor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Pengurus Pusat dan Daerah Al-Irsyad Al Islamiyyah di Istana Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan itu, Kepala Negara bahagia dapat bersilaturahmi dengan salah satu organisasi yang telah berumur ?100 tahun tersebut.

“Jadi hari ini Alhamdulillah kita bisa silaturahmi dan tadi disampaikan beliau bahwa yang hadir di sini dari Sabang sampai Merauke, ada yang dari Papua. Saya kira ini Alhamdulillah bahwa saya tahu Al Irsyad Al Islamiyyah adalah organisasi yang sudah sejak lama, tahun 1914, berarti sudah 103 tahun berdiri?,” kata Jokowi di lokasi, Kamis (16/11/2017).

Ia mengapresiasi Al-Irsyad Al Islamiyyah yang telah berkiprah sangat banyak lewat dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia. “Dan juga di Solo Al Irsyad Al Islamiyyah saya kira SD-nya sangat terkenal sekali karena kualitas pendidikannya,” tutur Jokowi.

Kepada para pengurus? Al-Irsyad Al Islamiyyah? itu, Kepala Negara juga tak lupa mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan 17 ribu pulau dan 714 suku, serta ribuan bahasa yang ada di Tanah Air.

 

“Tidak ada negara sebesar kita ini, dengan keberagaman, kita memiliki 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, ini yang selalu saya sampaikan di mana-mana,” ucapnya.

Jokowi mengaku kerap menyampaikan besarnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini saat menghadiri acara-acara bertaraf internasional. Selain itu, ia juga mengungkapkan, bahwa selalu mengingatkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan negara terbesar yang warganya pemeluk Islam.

“?Karena banyak negara lain yang tidak tahu bahwa negara Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sumber: news.okezone.com

Jokowi Terima Pengurus Al Irsyad di Istana Bogor

pembukaan muktamar Alirsyad

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pengurus Pusat dan daerah Al Irsyad Al Islamiyyah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11/2017).

Menurut Jokowi, Al Irsyad merupakan organisasi yang sudah lama berdiri sejak 1914. Peran Al Iryad dikatakanya cukup banyak. “Di bidang dakwah di bidang kesehatan dan pendidikan,” ujar Jokowi saat bertemu dengan pengurus Al Iryad.

Jokowi mengaku cukup mengenal Al Irsyad Al Islamiyyah di Solo. Bahkan, mantan Wali Kota Solo ini mempunyai teman di Al Irsyad bernama Bishir.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyadarkan kepada pengurus Al Iryad tentang negara Indonesia yang dipandang besar. Bukan hanya besar, Indonesia menjunjung keberagaman.

“Tidak ada negara sebesar kita ini, dengan keberagaman, kita memiliki 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, ini yang selalu saya sampaikan di mana-mana,” tuturny Jokowi

sumber: nasional.sindonews.com

Presiden Jokowi Sanjung Kiprah Al-Irsyad Al-Islamiyyah

 

muktamar jokowi alirsyadPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kiprah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang berdiri sejak 103 tahun yang lalu bagi bangsa dan negara. Jokowi menyampaikan apresiasinya ketika bersilaturahmi dengan Pengurus Pusat dan Daerah Al-Irsyad Al Islamiyyah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11).

“Saya tahu Al-Irsyad Al-Islamiyyah adalah organisasi yang sudah sejak lama, tahun 1914, berarti sudah 103 tahun berdiri dan berkiprahnya sangat banyak sekali terutama di bidang dakwah, kesehatan, pendidikan,” ujar Presiden Jokowi.

Bahkan, wali kota Surakarta itu mengaku dekat dengan pengurus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Solo. Jokowi pun memuji kualitas pendidikan di sekolah dasar di bawah pengelolaan organisasi yang didirikan pada 6 September 1914 itu.

“Saya nggak tahu teman saya hadir atau tidak, Pak Bisyir (Ketua Yayasan Al-Irsyad Solo Bisyir Mubarak, red) hadir? Dulu dekat sekali dengan beliau,” ucap Jokowi mengingat masa-masa dirinya masih memimpin Surakarta.

Jokowi dalam arahannya juga menyinggung soal pentingnya penguatan pendidikan karakter yang belum lama ini dituangkan dalam peraturan presiden (Perpres). Penerbitan aturan itu didasari pada lanskap interaksi sosial antar-individu di masyarakat yang sangat terbuka. 

Karena itu Jokowi mengaku khawatir bila pendidikan karakter tidak diperkuat, maka nilai agama dan budaya yang ada di Indonesia tergerus. Sebab, anak-anak sekarang juga dibesarkan oleh medsos.

“Berbahaya sekali kalau anak-anak kita tidak diberikan penguatan karakter. Jangan hanya pandai matematika, teknologi, fisika, biologi tapi tak punya karakter dan nilai agama dan budaya yang baik. Percuma, tak ada artinya,” tegas dia.

Jokowi pada akhir pidatonya juga membuka pelaksanaan Muktamar Al-Irsyad Al Islamiyyah 2017 yang diselenggarakan di Kota Bogor.

Sumber: jpnn.com