Hasil Hisab Al-Irsyad tentang Awal Ramadhan 1433 H

SURAT KEPUTUSAN
No.  96 – SK – 1433

 Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sehubungan dengan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan maka Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah menyampaikan hasil hisab untuk penentuan awal Ramadhan dan awal Syawal 1433H sebagai pedoman bagi warga Al-Irsyad Al-Islamiyyah pada khususnya dan umat Islam pada umumnya.

Hisab diperhitungkan untuk Ibukota Jakarta dg Long: 106:50:43.0 dan Lat: -06:12:41.0 dengan level: 10 dpl.

Adapun hasil hisab sebagai berikut:

1.  Awal Ramadhan 1433 H

Ijtima’ pada hari Kamis, 19 Juli  2012  pukul 11.24 WIB, tinggi hilal pada saat matahari ghurub hari Kamis 19 Juli 2012 yaitu;+01º51’59”. Lama  hilal di atas ufuk 8 menit. Besarnya Hilal +00º00’04”. Deklinasi Matahari +20º43’20”  dan deklinasi Hilal +15º54’31”. Hilal miring ke Selatan. Azimuth Matahari +290º44’37” dan Azimuth Hilal +286º13’31”. Elongasi +04º19’08”.

Berdasarkan kriteria Imkanur Rukyah, maka Hilal tidak bisa dilihat sehingga bulan Sya’ban 1433 H akan diistikmalkan. Dengan demikian maka tanggal 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli 2012 M

2.  Awal Syawal tahun 1433 H

Ijtima’ pada hari Jumat, 17 Agustus 2012 M  pukul 22.54 WIB. Tinggi Hilal pada saat matahari ghurub hari Sabtu18 Agustus 2012 ialah+07º32’01”.
Lama Hilal di atas ufuk 31 menit. Besarnya Hilal +00º00’18”
Deklinasi Matahari +12 º53’05” dan deklinasi Hilal +04º42’36”.
Azimuth Matahari +282º51’31” dan azimuth
Hilal +275º36’27”. Elongasi +11º08’31”

Berdasarkan kriteria Imkanur Rukyah, maka Hilal bisa dilihat. Dengan demikian maka tanggal 1 Syawwal 1433 H jatuh pada hari Ahad, 19 Agustus 2012 M.

Hasil hisab tersebut di atas sebagai pedoman sementara, adapun kepastian   penetapanya,  Pimpinan Pusat menghimbau untuk tetap menunggu hasil Sidang itsbat Pemerintah RI yang pada waktunya akan diumumkan oleh Menteri Agama RI.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah puasa dan amal ibadah-ibadah lainnya

Syahrul mubarak

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

  PIMPINAN PUSAT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH

Ketua Umum                          Sekretaris  Jenderal

ttd                                                          ttd

KH. Abdullah Djaidi                  Dr. Mohammad Noer
NIA. 101.01.20022                            NIA. 1010420028

PP Al-Irsyad: Idul Adha 1431 H pada 17 November 2010

Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah memutuskan bahwa hari raya Idul Adha 1431 akan jatuh pada 17 November 2010.

Keputusan ini sudah disebarluaskan ke seluruh warga Al-Irsyad melalui sebuah Maklumat PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang ditandatangani oleh ketua umum H. Abdullah Djaidi dan sekretaris jenderal Dr. Mohammad Noer.

Keputusan tersebut diambil sesuai hasil hisab yang dilakukan oleh Tim Hisab PP Al-Irsyad, dengan penjelasan sebagai berikut.

Ijtima’ pada hari Sabtu 29 Dzulqa’idah 1431 H bertepatan dengan tanggal 6 November 2010 pukul 11.17 WIB.

Tinggi hilal pada saat matahari ghurub adalah 1º36’33”. Lama hilal  diatas ufuk adalah 6 menit 39 detik, adapun besarnya hilal adalah 0,00221.

Ketinggian hilal kurang dari 2º, oleh karena itu berdasarkan rukyatul hilal, bulan Dzulqa’dah di-Istikmalkan 30 hari. Maka tanggal 1 Dzulhijjah 1431 H jatuh pada hari Senin 8 November 2010 M.

Dengan demikian Hari Raya Idhul Adha (10 Dzulhijjah) jatuh pada tanggal 17 November 2010.

Pimpinan Pusat berharap, keterangan ini dapat memberi manfaat bagi seluruh warga Al-Irsyad dan masyarakat Muslim Indonesia, serta menjadi amal baik kita semua, dan semoga Allah SWT meridhainya.

Penetapan Awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha 1430 H

PRESS RELEASE PIMPINAN PUSAT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH
tentang:

Penetapan Awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha 1430 H
(tahun 2009)

Sehubungan dengan menjelangnya bulan suci Ramadhan 1430 H, Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah menyampaikan hasil hisab untuk awal Ramadhan, awal Syawal serta awal Dzulhijjah sebagai berikut:

1.  Awal Ramadhan 1430 H

Ijtima’ pada hari Kamis, 20 Agustus 2009 pukul 17.06 WIB tinggi hilal pada saat matahari ghurub Kamis; -1º02’. Sudah pasti hilal tidak bisa dirukyah pada saat matahari ghurub hari Kamis, 20 Agustus 2009.
Bulan Sya’ban di istikmal 30 hari

Jadi, tanggal 1 Ramadhan 1430 H jatuh pada hari Sabtu 22 Agustus 2009

2. Awal Syawal tahun 1430 H

Ijtima’ pada hari Sabtu, 19 September 2009 pukul 01.40 WIB tingi hilal mar’i pada saat matahari ghurub hari Sabtu 19 September 2009 ialah 6º03’.
Lama hilal di atas ufuk 25 menit Hasil hisab besarnya 0,007985
Jarak azimuth hilal dan azimuth matahari 7º09’44″.
InsyaAllah pada saat itu hilal dapat dirukyat.

Jadi, tanggal 1 Syawal 1430 H jatuh pada hari Ahad 20 September 2009

3. Awal Dzulhijjah 14330 H

Ijtima’ pada hari Selasa 17 November 2009 pukul 02.00 WIB. Tinggi hilal mar’i pada saat ghurub hari Selasa ialah 6º12’.

Lamanya hilal di atas ufuk 25 menit 38 detik, besarnya hilal 0,00571.

InsyaAllah tanggal 1 Dzulhijjah 1430 H jatuh pada hari Rabu tanggal 18 November 2009 M.

Hasil hisab tersebut di atas sebagai pedoman sementara, adapun kepastian   penetapanya,  Pimpinan Pusat menghimbau untuk tetap menunggu hasil rapat itsbat   yang pada waktunya akan diumumkan oleh Menteri Agama RI.

Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah puasa dan amal ibadah-ibadah lainnya Syahrul mubarak

Wassalam

PIMPINAN PUSAT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH

Ketua Umum,                                Sekretaris Jenderal,                            

           ttd                                                             ttd

H. ABDULLAH DJAIDI          Dr. MOHAMMAD NOER

Sikap PP Al-Irsyad tentang Idul Adha 1428 H (2007)

logo-alirsyadAl-Irsyad Online: Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah memutuskan mempersilakan warga Al-Irsyad untuk berpuasa sunnah Arafah pada hari selasa, 18 Desember 2007, sesuai dengan waktu wuquf di Arafah tahun ini. Namun bagi yang meyakini bahwa hari wuquf sebetulnya jatuh pada Rabu, 19 Desember (sesuai perhitungan astronomi), dan mengikuti keputusan pemerintah, dipersilakan pula untuk puasa sunnah Arafah pada hari Rabu.

 Hal yang sama juga berlaku bagi pelaksanaan shalat Idul Adha. “Warga Al-Irsyad silakan memilih, mau melaksanakannya pada hari Rabu (19 Desember), atau Kamis, 20 Desember 2007 M (10 Dzulhijjah 1428 H), berdasarkan waktu Indonesia,” kata ketua umum PP Al-Irsyad H. Abdullah Djaidi kepada Al-Irsyad Online (www.alirsyad.org).

Menurut Abdullah Djaidi, karena masing-masing memiliki hujjah yang kuat, maka tidak berdosa untuk memilih waktu puasa Arafah sesuai dengan keyakinan yang dipegangnya.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pleno Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah pada Hari Rabu, 12 Desember 2007.

Ketua Umum mengakui, bahwa keputusan PP itu tidak mungkin memuaskan semua pihak, tapi itu merupakan jalan terbaik untuk menjaga silaturahmi warga Al-Irsyad yang memiliki dua pendapat itu secara kuat. Keputusan ini sebelumnya juga sudah dikonsultasikan dengan beberapa ulama di Al-Irsyad, seperti Ustadz Ahmad bin Mahfudz (Surabaya), dan mereka mengatakan bahwa keputusan itu sangat bijaksana.

PP Al-Irsyad berharap agar seluruh warga Al-Irsyad tetap menjaga kekompakan, dan mengutamakan persatuan serta berpikir arif dalam menyikapi perbedaan yang ada. (MA)

Idul Fitri 13 Oktober: Al-Irsyad Imbau Umat Ikuti Keputusan Pemerintah

H. Abdullah Djaidi

H. Abdullah Djaidi

Alirsyad Online – Ketua Umum Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah, KH Abdullah Djaidi, mengimbau kepada seluruh warga Al-Irsyad dan umat Islam Indonesia untuk menaati keputusan yang diambil sidang isbat pada Kamis (11/10) malam, yang menetapkan Hari Raya Idul Fitri pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007.

“PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah mengimbau kepada seluruh warga Al-Irsyad pada khususnya dan umat Islam pada umumnya untuk menaati keputusan tersebut sesuai dengan Maklumat PP Alirsyad,” kata Abdullah Djaidi kepada Alirsyad Online.

Merujuk adanya perbedaan dalam penentuan 1 Syawal 1428 H tahun ini, Abdullah Djaidi meminta agar umat Islam Indonesia mengedepankan rasa ukhuwah Islamiyah dalam menyikapi perbedaan tersebut. “Mari kita menghormati dan toleran dalam menyikapi perbedaan itu. Sebab persatuan umat tidak boleh dikorbankan hanya karena perbedaan seperti ini,” kata Abdullah.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Departemen Agama (Depag) dalam sidang  isbat akhirnya menetapkan 1 Syawal 1428 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 13 Oktober  2007.

Sidang yang dipimpin oleh Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni di kantor  Departemen Agama, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/10), pukul 19.40 WIB. Sidang kali ini ini dihadiri oleh Menteri Kominfo Muhammad Nuh, Menristek Kusmayanto Kadiman, Ketua MUI Ma`ruf Amin dan para wakil umat Islam, termasuk para wakil ormas Islam antara lain pengurus NU, pengurus Muhammadiyah, Al-Irsyad, serta sejumlah ormas Islam lainnya. Ikut serta pula perwakilan negara sahabat.

Hadir mewakili PP Al-Irsyad adalah Drs. H. Abdussamad Ngile MM, yang juga ketua majelis hubungan antar lembaga PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah.

Dalam sidang isbat tersebut, Ketua Badan Hisab dan Rukyat yang juga Direktur Urusan Agama Islam Depag, Mukhtar Ilyas, menyampaikan hasil rukyat di 40 lokasi, dari Banda Aceh hingga Jayapura (Papua). Dan seluruh tim ternyata melaporklan tidak melihat hilal.

“Ijtima (pertemuan akhir bulan dan awal bulan baru) menjelang syawal jatuh pada Kamis, 11 Oktober atau 29 Ramadhan pukul 12.02 WIB sehingga saat matahari terbenam posisi hilal di sebagian wilayah Indonesia Timur hilal masih di bawah ufuk, kecuali di Indonesia bagian Tengah dan Barat sudah di atas ufuk antara 0 derajat 30 menit sampai 0 derajat 45 menit, ” jelasnya.

Dengan demikian, lanjutnya bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal) dan 1 syawal jatuh pada Sabtu 13 Oktober 2007.

Sebelumnya, menurut hasil hisab Awal Syawwal 1428 H oleh Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah, awal 1 Syawwal 1428 H juga jatuh pada Sabtu, 13 Oktober 2007.

Ijtima’ pada hari Kamis, 11 Oktober 2007 M., pukul 12.02 WIB. tinggi hilal pada saat Matahari ghurub, hari Kamis adalah 0038’. Lamanya hilal di atas ufuk, 2 menit 37 detik. Deklinasi Matahari -7003’24” dan deklinasi hilal -9025’29”.

Ketinggilan hilal yang sangat rendah ini, tidak mungkin dapat dirukyat pada saat tersebut, oleh karena itu bulan Ramadhan 1428 H. diistikmalkan 30 hari. Maka, tanggal 1 Syawwal 1428 H. jatuh pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007 M. *

Hasil Hisab Al-Irsyad: Idul Fitri Jatuh pada 13 Oktober 2007

logo-alirsyadAlirsyad Online – Menurut hasil penghitungan Hisab oleh Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Hari Raya Idul Fitri 1428 H akan jatuh pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007. Namun kepastian penentuan Idul Fitri ini menunggu hasil sidang itsbat Departemen Agama dan ormas-ormas Islam.

Menurut Siaran Pers yang ditandatangani oleh KH Abdullah Djaidi dan Dr. Mohammad Noer, selaku ketua umum dan Sekretaris jenderal PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, pengumuman hasil penghitungan hisab ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi warga Al-Irsyad pada khususnya dan umat Islam Indonesia pada umumnya, dalam menyikapi kontroversi perbedaan akhir Ramadhan dan awal Syawal 1428 H.

Hasil Hisab Awal Syawal 1428 H, oleh Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah adalah sebagai berikut:

“Ijtima’ pada hari Kamis, 11 Oktober 2007 M., pukul 12.02 WIB. tinggi hilal pada saat Matahari ghurub, hari Kamis adalah 0038′. Lamanya hilal di atas ufuk, 2 menit 37 detik. Deklinasi Matahari -7003’24” dan deklinasi hilal -9025’29”.

Ketinggilan hilal yang sangat rendah ini, tidak mungkin dapat dirukyat pada saat tersebut, oleh karena itu bulan Ramadhan 1428 H. diistikmalkan 30 hari. Maka, tanggal 1 Syawwal 1428 H. jatuh pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007 M.”

Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah sudah menyerahkan hasil penghitungan hisabnya ini ke Departemen Agama RI sebagai masukan untuk sidang itsbat nanti.

Namun demikian, PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah menghimbau seluruh umat Islam, khususnya warga Al-Irsyad, untuk menunggu keputusan Menteri Agama RI sebagai hasil sidang itsbat yang diikuti seluruh ormas Islam (termasuk Al-Irsyad Al-Islamiyyah), yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 11 Oktober 2007 M atau 29 Ramadhan 1428 H, pukul 19.00 WIB.

“Kita akan ikuti keputusan hasil sidang itsbat itu,” kata KH Abdullah Djaidi, Ketua umum PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah.

Menyambut momen penting Hari Raya Idul Fitri 1428 H, Abdullah Djaidi mengharapkan agar seluruh umat Islam bisa meningkatkan ukhuwah diantara mereka. “Mari kita  saling tasamuh dan menyingkirkan silang sengketa di antara kita.

Kita jadikan Ibadah puasa Ramadhan sebagai pendidikan yang sangat berharga dalam meningkatkan kualitas iman dan takwa kita pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Semoga Allah mengabulkan ibadah puasa, qiyam Ramadhan, serta ibada-ibadah kita yang lain.

TAQABBALLAHU MINNA WA MINKUM MINAL AIDIN AL FAIZIN

KULLU AAMIN WA ANTUM BI KHAIR