Cabang Ketapang Siap Bangkit Kembali

Di tengah semaraknya Muktamar Al-Irsyad Al–Islamiyyah ke-40, terselip cabang Ketapang, sebuah kota di Provinsi Kalimantan Barat. Cabang Ketapang sebetulnya sudah berdiri sejak 1990, tapi kemudian tak ada kabar beritanya lagi. Tapi alhamdulilah, saat ini muncul semangat baru di cabang ini untuk kembali bangkit.

“Kami siap mengembalikan eksistensi PC Al-Irsyad Al–Islamiyyah Kota Ketapang,” kata Munif Thalib, salah seorang anggota caretaker Al-Irsyad Ketapang, di sela-sela Muktamar Al-Irsyad Al-Islamiyyah ke-40 di Bogor, Jumat ini (17/11).

Menurut Munif, para pendiri cabang ini awalnya adalah aktifis kelahiran Ketapang hasil didikan sekolah-sekolah Al-Irsyad di Pulau Jawa.

PC Al–Irsyad Al–Islamiyyah Kota Ketapang merupakan satu-satunya cabang Al-Irsyad di Provinsi Kalimantan Barat. “Meski tidak dipandu oleh sebuah Pimpinan Wilayah, mereka tetap melangkah dan percaya diri bahwa mereka dapat kembali mengembalikan eksistensi PC Al–Irsyad Al–Islamiyyah,” kata Munif.

PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Ketapang sudah lama punya Taman Kanak-Kanak yang berdiri di periode awal pembentukan PC Ketapang. Kemudian dilanjutkan dengan pendirian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Di tengah membaranya semangat yang diusung oleh pengurus PC Kota Ketapang tentu terdapat kendala-kendala yang menjadi kerikil dalam kiprah PC Ketapang di dunia pendidikan, sosial, dan dakwah.

Keberadaan cabang Ketapang dengan lembaga pendidikan Islamnya sebetulnya sangat strategis dan dibutuhkan umat Islam setempat, mengingat komposisi penduduk antara Muslim dan non-Muslim hampir seimbang, sekitar 60%-40%. Akibat dari kondisi ini, seringkali tersendat pengadaan tenaga pengajar Muslim yang memiliki pemahaman dan pengetahuan yang mantap. “Padahal tenaga pengajar ini merupakan hal yang paling pokok karena pengajar lah yang menentukan bagaimana generasi islam yang akan datang.

Munif Thalib berharap, Pimpinan Pusat yang baru dapat memberi perhatian besar pada cabang Al-Irsyad Ketapang untuk meningkatkan kualitas pengajar di lembaga pendidikan yang ada. “Kami membutuhkan perhatian lebih dari ketua PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang akan datang untuk meningkatkan mutu para pengajar di sekolah kami agar dapat mengembalikan eksistensi cabang Al-Irsyad Ketapang.* (AA)

Menag: Syekh Ahmad Surkati Layak Pahlawan Nasional

BOGOR – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengusulkan Syekh Ahmad Surkati, pendiri Al-lrsyad Al-Islamiyyah, direkomendasikan menjadi pahlawan nasional. Hal itu disampaikannya dalam Muktamar ke-40 Al-Irsyad Al-Islamiyyah, di Hotel Sahira Kota Bogor, Kamis (16/11) pagi.

“Kalau boleh saya menitipkan, ada baiknya juga untuk salah satu yang direkomendasikan, kita merekomendasikan agar pendiri kita (Al-lrsyad) bapak Ahmad Surkati bisa menjadi pahlawan nasional,” beber Lukman, melanjutkan Muktamar dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor sebelumnya.

la mengatakan, sebagai satu di antara sejumlah ormas Islam tertua yang lahir sebelum berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, Al-lrsyad Al-Islamiyyah merupakan perhimpunan umat yang ditempa zaman dan memiliki pengalaman di ranah dakwah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, pendidikan bumiputra adalah pembangun nasionalisme Indonesia semenjak kemerdekaan terbentuk, terutama kehadiran berbagai institusi pendidikan seperti pesantren, madrasah dan sekolah Islam.

“Sebagai ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan dan dakwah, peran dan kontribusi Al-lrsyad turut menentukan masa depan umat dan bangsa,” ujarnya.

Lukman juga menuturkan, masyarakat memiliki pandangan yang serupa tentang eksistensi lembaga pendidikan Islam dan menempati posisi strategis bagi masa depan bangsa. “Kita juga menyaksikan betapa banyak lembaga pendidikan Islam di pelosok-pelosok daerah yang masih memerlukan upaya pembenahan, peningkatan serta pengembangan kualitas agar bisa sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya dalam membentuk generasi yang unggul,” ucapnya.

la pun mengungkapkan betapa strategisnya peran dan tantangan yang akan dihadapi guna memberdayakan eksistensi madrasah dan pesantren. Lukman juga turut mengapresiasi peran Al-lrsyad dalam bidang sosial-ekonomi dan dakwah. “Isu kemiskinan dan penguatan akidah umat perlu mendapatkan perhatian serius dari organisasi Islam melalui dakwah yang menyejukkan dan membebaskan umat dari kemiskinan,” terangnya. Dirinya juga berharap kepada Al-lrsyad untukmemberi perhatian lebih besar terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga fakir miskin dan penyandang masalah sosial lainnya. (ran/c)

Sumber: Radar Bogor, Jumat 17 November 2017

Presiden Apresiasi Kiprah Al-Irsyad

Al-Irsyad diminta merekomendasikan pendirinya jadi pahlawan nasional.

muktamar jokowi alirsyad

BOGOR – Presiden Joko Widodo menerima jajaran pimpinan pusat dan daerah Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11). Pada hari yang sama, ormas yang telah berusia 103 tahun ini memulai Muktamar ke-40 di Bogor.

Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan apresiasinya terhadap Al-Irsyad. Menurut Presiden, Al-Irsyad merupakan organisasi yang sejak 1914 telah berkiprah demi kemajuan masyarakat, terutama di bidang dakwah, kesehatan, serta pendidikan.

“Saya tahu Al-Irsyad Al-Islamiyyah adalah organisasi yang sudah ada sejak lama, yakni tahun 1914, berarti sudah 103 tahun berdiri dan berkiprah sangat banyak, terutama di bidang dakwah, di bidang kesehatan, pendidikan,” kata dia.

Presiden mengaku pernah berjanji untuk bersilaturahim dengan para pengurus Al-Irsyad dari berbagai daerah. Karena itu, kini Presiden pun memenuhi janjinya dengan membuka Muktamar ke-40 Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Istana Kepresidenan, Bogor.

“Saya ingat betul, tiap Pak Abdullah Djaidi (Ketua Umum Al-Irsyad—Red) kita undang ke Istana, beliau menyampaikan keinginan agar saya bisa bersilaturahim dengan seluruh jajaran pengurus Al-Irsyad Al-Islamiyyah,” katanya..

Lebih lanjut, Presiden pun mengaku mengenal baik organisasi ini di Solo, Jawa Tengah. Ia menilai, Al-Irsyad memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas.

“Di Solo, Al-Irsyad Al-Islamiyyah saya kira SD-nya sangat terkenal sekali karena kualitas pendidikannya,” ujar dia.

Setelah dibuka oleh Presiden di Istana Bogor, Muktamar ke-40 Al-Irsyad pun dimulai di Hotel Sahira, Bogor. Rencananya muktamar akan berlangsung hingga Sabtu (18/11)

Saat memberikan sambutan pada muktamar tersebut, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mendorong Al-Irsyad untuk merekomendasikan pendirinya, Syekh Ahmad Surkati, menjadi pahlawan nasional.

“Kalau boleh ada baiknya juga kita merekomendasikan pendiri Al-Irsyad, Syekh Ahmad Surkati Al-Anshori, bisa menjadi pahlawan nasional,” kata Menag.

Awalnya, kata Menag, ia mengira pendiri Al-Irsyad sudah menjadi pahlawan nasional. Setelah ditelusuri dan dikonfirmasi, ternyata belum dijadikan pahlawan nasional.

“Jasa beliau sangat luar biasa. Melalui literature yang saya baca, beliau adalah tokoh pembaru,” kata Menag.

Jasa Syekh Ahmad Surkati, menurut dia, luar biasa dalam membentuk Al-Irsyad yang hingga kini masih ada dan terus berkembang. Syekh Ahmad Surkati juga setia mengembangkan dakwah, sosial, dan pendidikan di Indonesia.

Menag berharap, Muktamar ke-40 Al-Irsyad dapat menghasilkan kepengurusan yang dapat menyatukan semua muktamirin. Ia juga menyatakan setuju dengan tema muktamar ini, yaitu “Menyongsong Kebangkitan Al-Irsyad sebagai Organisasi Pembaharu dan Moderat”.

“Dalam konteks moderasi, pembaruan diperlukan karena masyarakat berubah dan itu diajarkan oleh guru-guru kita bahwa kontekstualisasi dalam memahami ajaran agama adalah keniscayaan,” ujar Menag.

Ia juga menegaskan, Al-Irsyad adalah ormas Islam di Indonesia yang mengusung pembaruan, tapi dalam kerangka dan konteks moderasi. Artinya, pembaruan yang tidak berlebihan dan ekstrem.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah KH Abdullah Djaidi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah menjadi bagian dari Al-Irsyad dalam dakwah, sosial, dan khususnya dalam pendidikan Islam.

“Kita sangat mendukung penguatan character building di seluruh sekolah di Indonesia dalam pembinaan karakter umat dan bangsa,” kata Kiai Abdullah seperti dilansir laman resmi Kementrian Agama (Kemenag)

Menurut Kiai Abdullah, terbitnya Perpu Ormas menjadi penguatan bagi semua ormas untuk senantiasa menjaga dan membentengi utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terkait muktamar, Kiai Abdullah berharap, seusai perhelatan ini para pengurus kembali ke daerah masing-masing untuk berbaur dan menggerakkan masyarakat dalam berbagai aktivitas sesuai visi misi Al-Irsyad, baik di bidang dakwah, sosial, maupun pendidikan.

Selain Menag dan Kiai Abdullah, tampak hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Utusan Khusus Presiden RI Din Syamsuddin, Wakil Duta Besar Sudan, dan pengurus Pimpinan Pusat dan Pimpinan Daerah Al-Irsyad.

Menag Dorong Ahmad Surkati Jadi Pahlawan Nasional

kemenag.go.id

Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saefuddin mendorong Al-Irsyad Al-Islamiyyah untuk segera merekomendasikan pendirinya, Syekh Ahmad Surkati, menjadi Pahlawan Nasional. Dan ia selaku menteri agama akan membantu proses tersebut. Hal tersebut dikemukakan oleh Menag dalam ceramahnya di depan peserta Muktamar ke-40 Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Hotel Sahira, Bogor, Kamis (16/11) pagi. Sebelumnya Muktamar telah dibuka secara resmi dan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H. Ir. Joko Widodo, di Istana Bogor.

“Saya baru tahu bahwa beliau belum menjadi pahlawan nasional. Ini saya sesalkan. Setelah saya membaca kiprahnya terhadap Republik ini jasanya sungguh luar biasa,” katanya. Menag juga memuji peran besar Syekh Ahmad Surkati sebagai tokoh pembaharu Islam di Indonesia. “Bahkan, dari sumber literatur yang ada, tanggal kelahiran Al-Irsyad merujuk pada tanggal berdirinya madrasah Al-Irsyad yang pertama kali yang dibangun oleh Syekh Ahmad Surkati.”

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama menyatakan merasa bersyukur karena ada akhirnya Al-Irsyad Al-Islamiyyah dapat berkumpul kembali dalam acara Muktamar yang diselenggarakan di Bogor.

Menag berharap, Mukmatar ke-40 ini dapat menghasilkan kepengurusan yang dapat menyatukan semua peserta muktamirin. “Saya setuju dengan tema Muktamar ini. Dalam konteks moderasi, pembaharuan diperlukan, karena masyarakat berubah, dan itu diajarkan guru-guru kita, bahwa kontekstualisasi dalam memahami ajaran agama adalah keniscayaan,” tandas Menag.

Sebelumnya, Ketum Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyah KH Abdullah Djaidi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah menjadi bagian dari Al Irsyad Al Islamiyah dalam dakwah sosial dan khususnya dalam pendidikan Islam.

“Kita sangat mendukung penguatan karakter building, di seluruh sekolah di Indonesia dalam pembinaan karakter umat dan bangsa,” kata Abdullah Djaidi.

Tampak hadir dalam sambutan menteri agama ini Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, utusan khusus Presiden RI Din Syamsuddin, Wakil Dubes Sudan, dan pengurus pimpinan pusat/daerah Al-Irsyad Al-Islamiyah se-Indonesia.

Ketika akan meninggalkan acara, di halaman hotel tempat Muktamar, Menteri Agama disambut Drum Band Al-Irsyad yang khusus didatangkan dari Surabaya. Menteri pun menyempatkan diri untuk berfoto bersama para pemain Drum Band yang pernah menjadi juara nasional di tahun 1986 itu.*

(ND-MC)

Presiden Joko Widodo Buka Muktamar Al-Irsyad ke-40 di Istana Bogor

sumber: www.kompas.com

Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo membuka secara resmi Muktamar Al-Irsyad Al-Islamiyyah ke-40 serta Musyawarah Besar ke-11 Pemuda Al-Irsyad dan Musyawarah Besar ke-8 Wanita Al-Irsyad di Istana Bogor, Kompleks Istana Kepresidanan (Jawa Barat), Kamis (16/11) pada jam 09.00 pagi. Presiden nampak hangat menyambut kehadiran ratusan peserta Muktamar dan Mubes yang berlangsung pada 16-17 November, dan berasal dari 102 cabang dari seluruh Indonesia ini. Presiden didampingi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin.

Presiden menyatakan bahwa dirinya mengenal baik organisasi Al-Irsyad sejak menjadi walikota Solo. Selain itu, Presiden juga mengenal dekat dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah KH Abdullah Jaidi yang sudah beberapa kali bertemu. “Inilah yang menjadi alasan saya untuk bertemu langsung dengan warga Al-Irsyad,” kata Presiden.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi kiprah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang berdiri sejak 103 tahun yang lalu bagi bangsa dan negara. “Saya tahu Al-Irsyad Al-Islamiyyah adalah organisasi yang sudah sejak lama, tahun 1914, berarti sudah 103 tahun berdiri dan berkiprahnya sangat banyak sekali terutama di bidang dakwah, kesehatan, pendidikan,” kata Presiden.

pembukaan muktamar Alirsyad

Jokowi dalam arahannya juga menyinggung soal pentingnya penguatan pendidikan karakter yang belum lama ini dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 tahun 2017. Penerbitan aturan itu didasari pada lanskap interaksi sosial antar-individu di masyarakat yang sangat terbuka.

Karena itu Jokowi mengaku khawatir bila pendidikan karakter tidak diperkuat, maka nilai agama dan budaya yang ada di Indonesia tergerus. Sebab, anak-anak sekarang juga dibesarkan oleh medsos.

“Alhamdulilah saat kita mengundang ormas Islam semuanya memberi dukungan penuh pada Perpres Penguatan Pendidikan Karakter yang kita keluarkan,” ujar jokowi. Sebelumnya, Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyyah KH Abdullah Jaidi dalam sambutannya menyatakan dengan tegas bahwa Al-Irsyad sebagai organisasi Islam mitra pemerintah mendukung penuh Perpres tentang Penguatan Pendidikan Karakter tersebut. Sebab, sekolah-sekolah Al-Irsyad sendiri sejak awal didirikan oleh Syekh Ahmad Surkati di tanun 1914 merupakan sekolah-sekolah yang berbasis pendidikan karakter.

Dalam kesempatan silaturahim ini Presiden Joko Widodo kembali pula menegaskan alasan pemerintah menerbitkan Perpu Ormas kemudian dijadikan oleh DPR. Menurut Presiden, ideologi Pancasila merupakan kesepakatan para pendiri bangsa ini yang sudah final. Maka, jika masih ada kelompok yang anti terhadap Pancasila maka pemerintah akan menindaknya sesuai dengan aturan Undang-Undang. “Sudah final kesepakatan itu. Kalau ada yang masih anti-Pancasila yang masih tidak setuju dengan NKRI, ya maaf UU kita jelas sekali menyebutkan itu,” ujarnya.

 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah KH Abdullah Djaidi dalam sambutannya di awal pertemuan itu mengucapkan selamat atas pernikahan puteri Presiden, Kahiyang Ayu baru-baru ini. “Selamat atas pernikahan putri Bapak Presiden, semoga sakinah, mawadah, warrahmah,” katanya.

Abdullah Djaidi menerangkan, organisasi Al-Irsyad mengacu kepada kepentingan umat, dan didirikan untuk mensejahterakan bangsa dan umat.

“Organisasi kita concern untuk mengatasi kebodohan dan kemiskinan. Kita juga punya visi agar umat bisa sejahtera di kemudian hari. Kami sebagai ormas Islam, yang mengacu dengan paham washatiniah. Dalam hal ini, Islam yang lembut, santun, itulah program dakwah kita di berbagai daerah,” lanjut Abdullah Djaidi.    

Dalam sambutannya itu Presiden Joko Widodo juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang memiliki  17.000  pulau, “Walaupun jumlah pulaunya tidak pernah saya hitung sendiri,” candanya.

Beliau menlanjutkan, jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 258 juta jiwa, dengan 714 suku dan 1100  lebih bahasa. Dengan jumlah sebanyak itu Presiden sangat menyayangkan jika warga Indonesia tidak menggali potensi yang dimilikinya. “Bahkan yang lebih memprihatinkan, kenyataannya warga Indonesia tidak menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang besar,” tambah beliau.

Presiden Joko Widodo juga menambahkan bahwa pada periode ini Indonesia sedang membangun hubungan bisnis bilateral dengan banyak negara, di antaranya Qatar dan Uni Emirat Arab. Indonesia sedang berusaha untuk menarik para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.*

(AA, SB)

Jokowi Terima Pengurus Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Istana Bogor

Presiden Joko Widodo pagi ini mengawali hari dengan menerima Pengurus Pusat dan Daerah Al Irsyad Al Islamiyyah. Jokowi menerima ratusan anggota Al Irsyad Al Islamiyyah di Istana Bogor, Kompleks Istana Kepresidenan, Jawa Barat.
Pantauan di lokasi, Kamis (16/11), Jokowi hadir sekitar pukul 09.15 WIB. Kemudian acara diawali dengan pembacaan doa. Setelah itu Ketua Al Irsyad Al Islamiyyah, KH Abdullah Al Jaidi, memberikan sambutan.
 
“Selamat atas pernikahan putri Bapak Presiden, semoga sakinah, mawadah, warrahmah. Organisasi kita ini mengacu kepada kepentingan umat. Organisasi kita didirikan untuk mensejahterakan bangsa, umat,” kata Abdullah Al Jaidi.
 
“Organisasi kita concern untuk mengatasi kebodohan dan kemiskinan. Kita juga punya visi agar umat bisa sejahtera di kemudian hari. Kami sebagai ormas Islam, yang mengacu dengan paham wasotiniah. Dalam hal ini, Islam yang lembut, santun, itulah program dakwah kita di berbagai daerah,” lanjut dia.
Saat ini acara masih berlangsung. Tampak hadir mendampingi Presiden yaitu Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin.
Al-Irsyad Al-Islamiyyah adalah organisasi Islam nasional yang berdiri pada 6 September 1914, bertepatan dengan pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah pertama di Jakarta. Tokoh sentral pendirian Al-Irsyad adalah Al-’Alamah Syeikh Ahmad Surkati Al-Anshori, seorang ulama besar Mekkah yang berasal dari Sudan.
Syarat keanggotaannya, seperti tercantum dalam Anggaran Dasar Al-Irsyad adalah: “Warga negara Republik Indonesia yang beragama Islam yang sudah dewasa.” Jadi tidak benar anggapan bahwa Al-Irsyad merupakan organisasi warga keturunan Arab.

Sumber: kumparan.com