AL-IRSYAD MINTA PBB KIRIM PASUKAN HENTIKAN PEMBANTAIAN ATAS ETNIS ROHINGYA

Pimpinan Pusat Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengirimkan Pasukan Perdamaian ke wilayah Rakhine, Myanmar, untuk menghentikan aksi pembersihan etnis (ethnic cleansing) terhadap etnis Rohingya yang dilakukan militer dan kalangan Budha ekstremis. Al-Irsyad juga meminta pemerintah Indonesia berkontribusi mengirimkan pasukannya sebagai bagian dari pasukan PBB tersebut.

Permintaan tersebut tercantum dalam 6 (enam) poin Pernyataan Sikap PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang ditanda-tangani Ketua Umum KH Abdullah Djaidi dan Sekretaris Jenderal Abud Sungkar di Jakarta, 2 September 2017 atau 11 Dzulhijjah 1438 H.  

“PBB harus aktif berperan menghentikan tindakan pembersihan etnis itu serta memberi sanksi keras kepada pemerintah dan militer Myanmar,” kata Abdullah Djaidi, ketua umum PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah.

Abdullah Djaidi mengecam PBB yang minim berperan selama ini di Rakhine, padahal aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya yang beragama Islam, termasuk pembantaian, sudah berlangsung puluhan tahun. “Di banyak wilayah konflik PBB mengerahkan Pasukan Perdamaian, tapi kenapa diam saja di Myanmar? Padahal kekerasan di Myanmar sudah puluhan tahun berlangsung dengan korban mati puluhan ribu dan sudah ratusan ribu warga Rohingya yang lari dari negaranya,” tegas Abdullah Djaidi secara terpisah.

Khusus kepada pemerintah Republik Indonesia, Al-Irsyad Al-Islamiyyah meminta agar pemerintah segera mem-persona non grata-kan seluruh personal Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta sebagai bentuk protes atas pembersihan etnis yang terjadi di halaman rumah ASEAN.

PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah meminta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar untuk terlibat langsung melakukan upaya diplomasi melalui saluran yang tersedia sembari mengingatkan pemerintah Myanmar akan peran Republik Indonesia dalam ASEAN sebagai penggagas “second track diplomacy” untuk memecahkan masalah dalam negeri Myanmar.

Selengkapnya bungi Pernyataan Sikap PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah sebagai berikut:
Lanjutkan membaca

Konsolidasi dan Sosialisasi Muktamar Al-Irsyad ke-40

Ketua Umum Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah Al-Ustadz Abdullah Jaidi membuka Konsolidasi dan Sosialisasi Muktamar ke-40 Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Baturaden, Jawa Tengah, Jumat malam (25/8). Acara ini diikuti oleh cabang-cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah se Pulau Jawa dan Bali. Sosialisasi yang berlangsung dua hari ini, 25-26 Agustus 2017, dilakukan oleh Tim Panitia Pengarah (Steering Committee) Muktamar ke-40 yang dipimpin oleh Umar Husin Silim, SH.

Dalam sambutannya, Abdullah Jaidi menekankan pentingnya agenda penetapan Mabadi  Al-Irsyad di Muktamar nanti, yang merupakan pemahaman Al-Irsyad terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadits. “Mabadi ini tidak boleh dikutak-katik karena merupakan roh atau jiwa dari Al-Irsyad. Bila rohnya dicabut maka berarti Al-Irsyad mati. Bila Mabadi ini diganti dengan yang lain, maka berarti sudah bukan Al-Irsyad lagi,” katanya tegas.

Abdullah Jaidi juga menekankan perlunya Muktamar nanti merumuskan program kerja nyata di bidang dakwah yang saat ini menjadi kebutuhan dakwah umat Islam. “Meningkatnya kesadaran umat saat ini, termasuk di kalangan warga Al-Irsyad, membutuhkan jawaban segera dari Al-Irsyad untuk menggulirkan program-program dakwah yang dbutuhkan, termasuk menelorkan dai-dai yang berkualitas, santun, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya. Dai-dai itu tentunya punya pemahaman yang kokoh terhadap Mabadi Al-Irsyad karena mereka membawa nama Al-Irsyad.
Lanjutkan membaca

Malam Silaturahim Idul Fitri Keluarga Besar Al-Irsyad 2017

Foto Bersama pengurus Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah dengan Menteri Agama RI dan tamu-tamu undangan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mewakili Pemerintah menyampaikan apresiasi atas  kiprah, peran, dan kontribusi Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyah dalam membangun dan membina kehidupan keagamaan di Indonesia.

“Tokoh yang menjadi pendiri Al-Irsyad, Syekh Ahmad Surkati, tidak dapat dipungkiri telah banyak kiprahnya dan sangat memotivasi pemimpin terdahulu, menjadi tokoh pergerakan, yang tidak hanya memajukan bangsa Indonesia, tapi mempunyai gagasan pembaharuan yang beliau tanamkan,” kata Menag saat menghadiri acara Silaturrahim Idul Fitri Keluarga Besar PP Al Irsyad Al-Islamiyyah di Gedung Pegadaian, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis semalam (13/07).

Tampak hadir dalam acara silaturahim ini Duta Besar Sudan, Arab Saudi dan Irak, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, Ketua Umum MUI KH Makruf Amin, perwakilan ormas-ormas Islam, serta warga Al-Irsyad se-Jabodetabek dan Cirebon.
Lanjutkan membaca

Pemuda Al-Irsyad: Kemenangan Anies-Sandi dengan Spirit Al-Maidah 51

Kemenangan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno disambut meriah oleh banyak umat Islam termasuk Pemuda Al-Irsyad.

Atas perjuangan dan keberhasilan tersebut, Pemuda Al-Irsyad menyatakan bersuka cita dan bersyukur. “Kemenangan yang diraih dengan pengorbanan dan perjuangan, jerih payah seluruh anak bangsa yang peduli kepada penegakan keadilan untuk mewujudkan persatuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal Pemuda Al-Irsyad, Abdullah Abubakar Batarfie.

Untuk itu, lanjutnya, Pemuda Al-Irsyad berterima kasih kepada warga Jakarta khususnya umat Islam yang telah menggunakan hak pilihnya dengan tepat.
Lanjutkan membaca

Bertemu Raja Salman, Al Irsyad Berharap Terjalin Persaudaraan

Pertemuan Raja Salman bin Abdul Aziz dengan ulama dan pemimpin ormas-ormas Islam Indonesia di Istana Negara, dipimpin Presiden Joko Widodo

Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyyah H. Abdullah Djaidi berharap, ada persaudaraan yang terjalin atas kunjungan Raja Salman. Terlebih, setelah Raja Salman bertemu pimpinan ormas-ormas Islam di Indonesia.

“Semoga akan menjadi pintu gerbang, hubungan ke depan yang benar-benar persaudaraan antara Indonesia dengan Arab Saudi,” kata Djaidi kepada Republika.co.id, Kamis (2/3), sebelum melakukan pertemuan dengan Raja Salman di Istana Kepresidenan.

Ia melihat, Indonesia dan Arab Saudi memang sudah memiliki hubungan secara biologis maupun agamis, termasuk dengan adanya jamaah umrah dan haji. Selain itu, hubungan bilateral, telah pula terjalin dalam aspek ekonomi, sosial maupun pendidikan.

Namun, lanjut Djaidi, hubungan yang ada terbilang baru kelembagaan saja, sehingga berbeda dengan kedatangan Raja Salman kali ini yang bersifat kenegaraan. Karenanya, ia berharap, ada persaudaraan yang benar-benar terjalin, termasuk di bidang kemasyarakatan dan dakwah.

“Diharapkan jadi bagian untuk mewujudkan kerja sama persaudaraan Arab Saudi dan Indonesia,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pendidikan tersebut.

Djaidi menambahkan, Indonesia selama ini, terbilang sudah ketinggalan dengan negara-negara seperti Malaysia, yang telah lama menjalin persaudaraan dengan Arab Saudi. Menurut Djaidi, persaudaraan ini tentu akan bermanfaat untuk kemaslahatan umat dan bangsa Indonesia.

Sumber: Republika

Upgrading Nasional Wanita Al-Irsyad

Musyawarah Nasional dan Upgrading Wanita Al-Irsyad se-Indonesia
Wanita Al Irsyad Perjuangkan Kepentingan Umat dan Bangsa

munas wanita al-irsyadSemagat ukhuwah dijadikan modal bagi wanita Al-Irsyad untuk aktif dalam memperjuangkan kepentingan ummat dan bangsa. Hal tersebut dijadikan sebagai tema besar dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional (munas) dan Up garding Wanita Al-Irsyad se-Indonesia.

Munas dilaksanakan pada 24-27 Januari 2017, di Villa Bukit Badr bin Ali Puncak-Jawa Barat. Munas dihadiri peserta dari 20 cabang Al Irsyad se-Indonesia. Acara dibuka lansung oleh ketua PB Wanita Al-Iryad, Fahima Askar

“Pengesahan Anggaran Rumah Tangga Wanita Al-Irsyad dan up grading peserta adalah dua inti kegiatan munas ini,” kata Fahima didampingi Sekjend PB Wanita Al Irsyad Ema Salmah dalam keterangannya kepada Republika.co.id, Ahad (26/2)

Up grading diadakan bertujuan memberikan pembekalan terhadap kader di wilayah maupun cabang wanita Al-Irsyad Se-Indonesia, dengan bekal tersebut semua peserta diharapkan bisa berperan aktif memajukan dan mengembangkan wanita Al-Irsyad di Wilayah masing-masing. Sehingga, bisa semakin memperbesar kontribusi kebermanfaatan bagi ummat dan bangsa.
Lanjutkan membaca