Aneka Lomba Menyambut Milad ke-103 Al-Irsyad Al-Islamiyyah

Assalamualaikum wr.wb

Dalam rangka memperingati Milad 103 Tahun Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah menyelenggarakan kegiatan lomba berbasis edukasi yang akan diikuti oleh peserta dari seluruh lembaga pendidikan (Siswa/i,Guru) Al-Irsyad Al-Islamiyyah se-Indonesia untuk semua jenjang pendidikan sekolah formal dengan jenis dan kategori lomba sebagai berikut:

 

I. LOMBA PIDATO

Tema: Al-Irsyad-ku
Peserta: Siswa dan siswi SD & MI Al-Irsyad
Lanjutkan membaca

Al-Irsyad Minta PBB Kirim Pasukan Hentikan Pembantaian atas Etnis Rohingya

Pimpinan Pusat Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengirimkan Pasukan Perdamaian ke wilayah Rakhine, Myanmar, untuk menghentikan aksi pembersihan etnis (ethnic cleansing) terhadap etnis Rohingya yang dilakukan militer dan kalangan Budha ekstremis. Al-Irsyad juga meminta pemerintah Indonesia berkontribusi mengirimkan pasukannya sebagai bagian dari pasukan PBB tersebut.

Permintaan tersebut tercantum dalam 6 (enam) poin Pernyataan Sikap PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang ditanda-tangani Ketua Umum KH Abdullah Djaidi dan Sekretaris Jenderal Abud Sungkar di Jakarta, 2 September 2017 atau 11 Dzulhijjah 1438 H.  

“PBB harus aktif berperan menghentikan tindakan pembersihan etnis itu serta memberi sanksi keras kepada pemerintah dan militer Myanmar,” kata Abdullah Djaidi, ketua umum PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah.

Abdullah Djaidi mengecam PBB yang minim berperan selama ini di Rakhine, padahal aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya yang beragama Islam, termasuk pembantaian, sudah berlangsung puluhan tahun. “Di banyak wilayah konflik PBB mengerahkan Pasukan Perdamaian, tapi kenapa diam saja di Myanmar? Padahal kekerasan di Myanmar sudah puluhan tahun berlangsung dengan korban mati puluhan ribu dan sudah ratusan ribu warga Rohingya yang lari dari negaranya,” tegas Abdullah Djaidi secara terpisah.

Khusus kepada pemerintah Republik Indonesia, Al-Irsyad Al-Islamiyyah meminta agar pemerintah segera mem-persona non grata-kan seluruh personal Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta sebagai bentuk protes atas pembersihan etnis yang terjadi di halaman rumah ASEAN.

PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah meminta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar untuk terlibat langsung melakukan upaya diplomasi melalui saluran yang tersedia sembari mengingatkan pemerintah Myanmar akan peran Republik Indonesia dalam ASEAN sebagai penggagas “second track diplomacy” untuk memecahkan masalah dalam negeri Myanmar.

Selengkapnya bungi Pernyataan Sikap PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah sebagai berikut:
Lanjutkan membaca