Sikap PP Al-Irsyad tentang Idul Adha 1428 H (2007)

logo-alirsyadAl-Irsyad Online: Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah memutuskan mempersilakan warga Al-Irsyad untuk berpuasa sunnah Arafah pada hari selasa, 18 Desember 2007, sesuai dengan waktu wuquf di Arafah tahun ini. Namun bagi yang meyakini bahwa hari wuquf sebetulnya jatuh pada Rabu, 19 Desember (sesuai perhitungan astronomi), dan mengikuti keputusan pemerintah, dipersilakan pula untuk puasa sunnah Arafah pada hari Rabu.

 Hal yang sama juga berlaku bagi pelaksanaan shalat Idul Adha. “Warga Al-Irsyad silakan memilih, mau melaksanakannya pada hari Rabu (19 Desember), atau Kamis, 20 Desember 2007 M (10 Dzulhijjah 1428 H), berdasarkan waktu Indonesia,” kata ketua umum PP Al-Irsyad H. Abdullah Djaidi kepada Al-Irsyad Online (www.alirsyad.org).

Menurut Abdullah Djaidi, karena masing-masing memiliki hujjah yang kuat, maka tidak berdosa untuk memilih waktu puasa Arafah sesuai dengan keyakinan yang dipegangnya.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pleno Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah pada Hari Rabu, 12 Desember 2007.

Ketua Umum mengakui, bahwa keputusan PP itu tidak mungkin memuaskan semua pihak, tapi itu merupakan jalan terbaik untuk menjaga silaturahmi warga Al-Irsyad yang memiliki dua pendapat itu secara kuat. Keputusan ini sebelumnya juga sudah dikonsultasikan dengan beberapa ulama di Al-Irsyad, seperti Ustadz Ahmad bin Mahfudz (Surabaya), dan mereka mengatakan bahwa keputusan itu sangat bijaksana.

PP Al-Irsyad berharap agar seluruh warga Al-Irsyad tetap menjaga kekompakan, dan mengutamakan persatuan serta berpikir arif dalam menyikapi perbedaan yang ada. (MA)

Ir. Husein Attamimi Ketua Baru Al-Irsyad Kota Bandung

Husein Abud Attamimi

Husein Abud Attamimi

Musyawarah Cabang ke-6 Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung yang berlangsung Ahad (2/12/2007) secara aklamasi telah memilih Ir. Husein Abud Attamimi sebagai ketua umum yang baru, untuk masa jabatan 2007-2012, pada Ahad, 2 Desember 2007. Ia menggantikan Drs.Hamid Balfas.

Dalam Mucab yang dipusatkan di Gedung Al-Irsyad Jln.Cikutra No. 205 A Bandung tersebut  selain memilih ketua baru dan mengesahkan Garis-garis Besar Program Kerja untuk dijalankan oleh pengurus untuk masa lima tahun mendatang juga telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi, baik internal maupun eksternal.

Selengkapnya  Rekomendasi Muscab tersebut sebagai berikut:

Rekomendasi internal antara lain mendesak PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah hasil Muktamar ke-38 di bawah kepemimpinan K.H.Abdullah Al-Jaidi untuk mengambil langkah-langkah kongkret dalam pengambilalihan sekretariat  PP Al-Irsyad di |Jln Kramat Raya No.25 Jakarta dan seluruh aset Al-Irsyad Al-Islamiyyah dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Kemudian mendesak Majelis Pemuda PP Al-Irsyad untuk segera melaksanakan  kongres Pemuda Al-Irsyad  sebagai  upaya  otonomi  sebagaimana dikehendaki dahulu oleh muktamirin. Terakhir, mendesak Majelis Pendidikan dan Pengajaran PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah menyelenggarakan Musyawarah Nasional Pendidikan untuk membuat Kurikulum Nasional Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang dievaluasi secara berkala minimal setiap 5 (lima) tahun sekali dan menerbitkan buku ajar (Pendidikan Agama dan Bahasa Arab) yang sesuai dengan kurikulum.

Sedangkan rekomendasi eksternal antara lain sebagai berikut. Pertama, meminta pemerintah, baik pusat maupun daerah bersikap dan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang jelas-jelas telah menyebarkan ajaran-ajaran sesat, khurafat dan tahayul serta menyuburkan gerakan pornografi dan pornoaksi, baik lewat tayangan film, sinetron, internet, handphone serta media cetak dan elektonik lainnya. Caranya yaitu dengan membubarkan dan menutup  kegiatan mereka, serta sesegera mungkin mengesahkan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang hingga kini  pembahasanya  masih terkatung-katung di DPR.

Kedua, mendesak, baik pemerintah dan DPR, baik tingkat kota, provinsi, serta pusat untuk segera merealisasikan anggaran pendidikan sebesar  20%  dalam APBN/APBD masing-masing, sebagai wujud kepatuhan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen. Ketiga, mengajak kepada  seluruh Ormas Islam, baik di tingkat kota Bandung maupun tingkat Jawa Barat untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam menghadapi momentum Pilkada (Pemilihan Walikota Bandung dan Gubernur Jawa Barat) pada tahun 2008, dalam rangka memilih pemimpin (umara) yang jelas keberpihakanya kepada ummat Islam dan jelas komitmennya dalam menegakkan amar ma’ruf nahyi mungkar.

Karena pada pelaksanaan Musyawarah Cabang Ketua Terpilih Husein A. Attamimi tidak bisa hadir karena sedang melaksanakan tugas di luar pulau (Natuna), maka sambutan yang bersangkutan setelah terpilih dilakukan secara teleconference yang diperdengarkan kepada seluruh peserta Musyawarah Cabang. Hal ini tampaknya merupakan sesuatu yang baru dilakukan di Perhimpunan Al-Irsyad. Memang, di era yang serba canggih sekarang ini, dengan bantuan teknologi jarak seharusnya tidak menjadi kendala.*

Laporan: Panitia Musyawarah Cabang ke-6 Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung