Pemuda Al-Irsyad Minta Pemerintah Dukung Kemerdekaan Kosovo

Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad meminta pemerintah Indonesia memberi dukungan diplomatik penuh bagi kemerdekaan Kosovo dari penjajahan negara Serbia, antara lain dengan memberi suara setuju pada kemerdekaan Kosovo itu di Dewan Keamanan PBB.

Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad meminta pemerintah Indonesia memberi dukungan diplomatik penuh bagi kemerdekaan Kosovo dari penjajahan negara Serbia, antara lain dengan memberi suara setuju pada kemerdekaan Kosovo itu di Dewan Keamanan PBB.

Pemuda Al-Irsyad juga mengharapkan kesadaran rakyat Indonesia, khususnya kaum muslimin, agar mereka menyuarakan dukungan politik yang kuat bagi upaya-upaya kemerdekaan Kosovo dari belenggu tirani Serbia. Tekanan dari umat Islam diharapkan bisa menghapus sikap ragu-ragu pemerintah RI mendukung kemerdekaan Kosovo di forum resmi internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB.

PB Pemuda Al-Irsyad juga menyesalkan sikap pemerintah Republik Indonesia, khususnya Departemen Luar Negeri, yang enggan memberikan dukungan itu dengan alasan ‘sensitif’. “Sikap itu bertentangan sekali dengan pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan,” kata Mansyur Alkatiri, sekretaris umum PB Pemuda Al-Irsyad pada Alirsyad Online (www.alirsyad.org).

Menurut Mansyur, apa yang terjadi di Kosovo sebetulnya adalah penjajahan, sebab rakyat Kosovo yang 90 persen penduduknya adalah etnis Muslim Albania tidak pernah setuju negaranya dimasukkan dalam negara Serbia. Apalagi negara Serbia terbukti merupakan negara fasis yang tega melakukan pembersihan etnis (ethnic cleansing) terhadap warga Muslim Albania beberapa tahun lalu, dan sebelumnya di Bosnia.

“Wilayah Kosovo dicaplok secara sepihak oleh orang-orang Serbia dulu. Dan kemudian mereka diperlakukan sebagai warga kelas dua oleh Beograd, dengan politik diskriminasi rasial, apalagi setelah Slobodan Milosevic

berkuasa di sana,” kata Mansyur. “Selain itu, secara ekonomi Kosovo juga dimiskinkan.”

Seperti diketahui, misi PBB di Kosovo yang diketuai oleh mantan presiden Finlandia, Martti Ahtisaari, menyatakan bahwa, “kemerdekaan Kosovo merupakan satu-satunya solusi bagi pemecahan konflik lama di wilayah itu.” Solusi merdeka ini juga didukung oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, tapi ditentang keras oleh Rusia yang memiliki hak veto di PBB. Sedang Indonesia tetap bersikap “ragu-ragu.”

Pemerintah Kosovo sendiri yang saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Agim Ceku, mengancam akan menyatakan kemerdekaan Kosovo secara sepihak pada 28 November mendatang, bila DK PBB masih tidak menemukan kata sepakat.*

Peresmian Gedung Baru Al-Irsyad Bandung

Gedung Al-Irsyad Bandung 1

Gedung Baru SD Al-Irsyad Bandung

Alhamdulillah setelah melalui proses pembangunan sekira dua tahun empat bulan lamanya gedung baru TK dan SD Al-Irsyad Kota Bandung akhirnya kini rampung.

Sejak seminggu yang lalu gedung baru yang rancangannya terdiri dari empat lantai tersebut (baru selesai dua lantai) mulai digunakan sebagai tempat pembelajaran, khususnya untuk menampung murid-murid baru TK dan SD tahun ajaran 2007/2008.

Acara syukuran atas peresmian gedung baru tersebut dilaksanakan Ahad malam, 22 Juli  2007, yang dihadiri oleh pengurus yayasan, PC, PW serta warga Al-Irsyad Kota Bandung lainnya. Acara dimulai dengan shalat Magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari yayasan dan tim pembangunan serta tausyiah oleh Ketua PC Ustad Hamid Balfas. Acara ditutup dengan salat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Gedung SD Al-Irsyad Bandung

Ruang Kelas SD Al-Irsyad Bandung

Menurut penjelasan bendahara panitia pembangunan, Mari’e Solah Baraba, biaya pembangunan gedung baru Al-Irsyad itu menghabiskan dana sekira 940 jutaan. Adapun dananya berasal dari sumbangan para Irsyadiyyin dan Mukhlisin lainnya baik yang ada di Bandung maupun kota-kota lainnya. Ahmad Baraja selaku ketua dewan penyantun Yayasan Al-Irsyad kota Bandung pada kesempatan itu menyampaiakan ucapan terima kepada semua pihak, khususnya para dermawan yang telah menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah sehingga pembangunan gedung Al-Irsyad tersebut bisa rampung.

Dengan memiliki sarana gedung pendidikan yang cukup representataif tersebut diharapkan kedepannya akan semakin bisa mewujudkan konsep sekolah unggulan Al-Irsyad di kota Bandung. Semoga… Amin.

 Laporan: Kholid Harras (Bandung)

Saleh Bafadal SH, Ketua PC Al-Irsyad Kota Cirebon yang Baru

Saleh Bafadal

Saleh Bafadal, SH

Alirsyad Online: Saleh Bafadal, SH, terpilih sebagai ketua Pimpinan Cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon yang baru, menggantikan Hamid Abud Attamimi, yang sudah dua periode menjabat ketua sebelumnya.

Saleh yang adalah ketua panitia pengarah Mucab, terpilih dalam Musyawarah Cabang (Mucab) Al-Irsyad Cirebon, yang diadakan pada Ahad, 19 Agustus 2007, bertepatan dengan 6 Sya’ban 1428. Ia langsung terpilih secara aklamasi karena di tahap pencalonan  sudah mendapat suara dari 90% anggota, sedang calon lain tak ada yang mampu menembus batas minimal suara untuk dicalonan sebagai ketua.

Musyawarah Cabang yang mengusung tema “Bangkit Meraih Harapan, Kerja Menuntaskan Program“ ini dipersiapkan cukup lama oleh PC Cirebon. PC membentuk Panitia Pengarah di bawah Koordinasi Saleh Bafadal, SH dan Panitia Penyelenggara yang diketuai oleh Fuad Anuz, S.Pd. Undangan telah disebar sejak awal bulan Agustus.

Untuk mempermudah anggota memperoleh informasi tentang Mucab, Panitia Pengarah menyediakan dua nomor telepon seluler khusus yang bisa dihubungi oleh anggota. Akses ini sekaligus juga digunakan oleh anggota untuk menyampaikan izin jika berhalangan untuk hadir. Respons anggota terhadap Mucab ini cukup baik, tidak saja yang berada di Cirebon, juga yang kebetulan berada di luar kota bahkan yang berada di luar negeri pun mengontak Panitia, untuk sekedar menyatakan dukungan dan permohonan maaf karena tidak bisa hadir.

Sesuai jadwal, Mucab dibuka pukul 08.30 WIB. Setelah acara Pembukaan yang juga dihadiri oleh utusan PC Sindang Laut, PC Ciledug dan PC Haur Geulis, maka langsung memasuki Musyawarah Paripurna I yang dipimpin oleh Ketua PC Cirebon, Hamid Abud Attamimi, dan memenuhi Quorum karena dihadiri oleh hampir 60% dari total anggota yang diundang.

Rapat Paripurna menerima baik laporan pertanggung-jawaban PC Al-Irsyad Cirebon yang disampaikan oleh ketuanya, Hamid Abud. Setelah laporan ini diterima, maka PC Cirebon dinyatakan dalam status demissioner, dan pimpinan sidang kemudian diambil alih oleh Panitia Pengarah Mucab.

Seluruh acara berlangsung lancar, aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan, sehingga sidang-sidang Komisi pun dapat selesai tepat waktu. Setiap Komisi menyampaikan laporannya melalui ketua Komisi masing-masing dalam Musyawarah Paripurna yang dipimpin oleh Ketua Panitia Pengarah Saleh Bafadal,S.

Selesai shalat Dhuhur dan makan siang, maka Mucab memasuki session yang paling ditunggu-tunggu, yaitu Pemilihan Ketua PC Masa Bakti 2007 – 2012. Acara pemilihan dipimpin oleh Ketua Panitia Pemilihan Ali Hasan Banser,S.Pd.I, dan dimulai pada pukul 13.00. Tahap Pencalonan cuma melahirkan satu Calon yang memenuhi syarat minimal untuk dinyatakan sah sebagai Calon, yaitu Saleh Bafadal,SH (didukung oleh hampir 90% dari total anggota yang hadir), sedang calon-calon lain cuma meraih dibawah 20 suara (sarat minimal sah sebagai calon).

Maka, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemilihan Ketua PC yang telah disepakati sebelumnya, karena cuma ada satu calon yang memperoleh dukungan melampaui syarat minimal, maka yang bersangkutan dinyatakan telah terpilih langsung menjadi Ketua PC.

Tepat pukul 13.45, SALEH BAFADAL, SH, yang dalam kesehariannya berprofessi sebagai notaris, dan sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dewan Penyantun Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon, terpilih secara sah sebagai Ketua PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon Masa Bakti 2007 – 2012.

Selamat bekerja

Laporan: Hamid Abud

DEPAG Siap Proses Usulan Pahlawan Nasional bagi Syaikh Ahmad Surkati

Pemerintah siap memproses Syekh Ahmad Surkati, pendiri Al-Irsyad Al-Islamiyyah, menjadi Pahlawan Nasional setelah mempelajari riwayat hidup dan perannya dalam perjuangan bangsa dan Negara. Proses ini akan dilakukan oleh pemerintah setelah ada usulan tertulis secara lengkap dari jajaran pimpinan Al-Irsyad Al-Islamiyyah.

Janji pemerintah ini disampaikan oleh Menteri Agama Prof. Dr. Maftuh Basyuni dalam pertemuan silaturahmi dengan jajaran pengurus Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah, di kantor kerjanya, akhir Juni lalu.

Pengurus PP Al-Irsyad yang hadir dalam pertemuan itu adalah H. Abdullah Djaidi (ketua umum), H. Abdullah Baharmus (ketua), Drs. H. Abbas Baradja (bendahara), Dr. Novi Lilis Suparti (sekretaris Majelis Wanita & Puteri), Ir. H. Hisyam Thalib dan Ir. H. Said Awod Sungkar (Dewan Istisyariah), Ir. H. Ahmad Ganis, Drs. H. Rais Jabri, dan H. Ahmad Syukri Saleh Suaidy (Dewan Pakar).

Menteri Agama Maftuh Basyuni mendesak Al-Irsyad untuk segera menyampaikan usulan berikut biodata lengkap tentang kehidupan dan perjuangan Syekh Ahmad Surkati agar segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. “Tolong bahan-bahannya segera diserahkan kepada kami, dan akan segera kami ajukan ke tim yang menangani masalah ini. Karena November nanti sudah harus kami masukkan,” kata menteri agama.

Menurut Maftuh, kebetulan dari pihak departemen agama sendiri akan mengusulkan gelar pahlawan nasional bagi Prof. Hasbi Ashshiddiqi, yang juga murid Al-Irsyad.

Dalam pertemuan silaturahmi itu, menteri agama tak lupa mengucapkan terima kasih kepada PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah atas kerjasamanya selama ini dengan Depag. “Semoga ke depan kita bisa jalin kerjasama yang lebih baik,” katanya berharap.* (LB)

Menteri Agama Terima PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah

Alirsyad.org.  Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang dipimpin oleh ketua umumnya H. Abdullah Djaidi, telah diterima oleh Menteri Agama Prof. Dr. Maftuh Basyuni pada Jum’at 30 Juni lalu di kantor Departemen Agama di Jakarta.

Abdullah Baharmus (ketua), Drs. H. Abbas Baradja (bendahara), dan Dr. Novi Lilis Suparti. Dari Dewan Istisyariah hadir Ir. H. Hisyam Thalib dan Ir. H. Said Awod Sungkar, sedang dari Dewan Pakar PP Al-Irsyad hadir Ir. H. Ahmad Ganis, Drs. H. Rais Jabri, dan H. Ahmad Syukri Saleh Suaidy.

Setelah mengucapkan selamat dating atas delegasi PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Menteri Agama lalu sedikit menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke Cina beberapa waktu lalu. Menurut Menteri, Muslim di Cina saat ini sangat antusias melaksanakan kehidupan agama mereka. Di sisi lain, perkembangan agama Kristen di sana mengalami kemajuan luar biasa.

Ketua Umum PP Al-Irsyad, H. Abdullah Djaidi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang selama ini diberikan kepada Perhimpunan Al-Irsyad  Al-Islamiyyah, khususnya bantuan bagi madrasah-madrasah di lingkungan Al-Irsyad.

Abdullah Djaidi juga menuturkan bahwa dengan keluarnya Keputusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung, yang tetap memenangkan PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang kini dipimpinnya sebagai satu-satunya PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, maka telah membawa pengaruh positif di seluruh jajaran perhimpunan di seluruh, baik di tingkat pusat maupun daerah. “Seluruh komponen di Al-Irsyad kini mulai berbenah diri menata dan melakukan konsolidasi organisasi. Meski di lapangan masih ditemukan kendala, tapi kami akan terus berupaya mengatasinya dengan baik,” kata ketua umum.

Dalam kesempatan itu, ketua umum juga memaparkan visi dan misi Al-Irsyad Al-Islamiyyah serta program kerja kepengurusan saat ini, yang intinya demi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, da’i, dan kepedulian terhadap masalah ekonomi umat. “Karena inilah yang menjadi inti didirikannya organisasi Al-Irsyad, yang bermuara dan bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial,” jelas Abdullah.

Kepada Menteri Agama, ketua umum PP Al-Irsyad juga menyampaikan berbagai hal yang menyangkut kepentingan umat Islam, seperti soal pelaksanaan ibadah haji, tentang aliran sesat, dan bantuan bagi peningkatan kualitas madrasah.

Dalam kesempatan yang sama, Ir. H. Ahmad Ganis dari Dewan Pakar PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah menjelaskan pentingnya keberadaan Al-Irsyad selama ini bagi bangsa Indonesia. “Sebagai sebuah organisasi Islam, Al-Irsyad telah banyak memberi kontribusi bagi peningkatan kualitas umat dan mencerdaskan bangsa,” kata Ahmad Ganis.

Sementara Ir. H. Hisyam Thalib, yang menjabat sebagai wakil ketua Dewan Istisyariah PP Al-Irsyad, meminta agar menteri agama menindaklanjuti keinginan kaum muslimin bagi penyatuan Hari Raya Iedul Fitri dan Iedul Adha, seperti yang sudah dikemukakan dalam pertemuan para ulama dan umara di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.* (MA)